Breaking News:

Ketua DPC GMNI Manokwari: Masalah di Maybrat Tak Ada Sangkut Pautnya dengan Agama

Ketua DPC GMNI Manokwari meminta agar semua pihak tidak menjadikan isu Maybrat, untuk merusak kerukunan umat beragama di Kota Sorong, Papua Barat.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Ketua DPC GMNI Manokwari, Silas Kalasuat. 

Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manokwari, Silas Klasuat meminta agar semua pihak tidak menjadikan isu Maybrat, untuk merusak kerukunan umat beragama di Kota Sorong, Papua Barat.

Pasalnya, masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Sorong, telah lama hidup berdampingan dengan damai sejak dulu.

Hal itu ia sampaikan menanggapi orasi oknum advokat yang diduga menistakan agama saat menggelar aksi di Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Sorong.

Baca juga: Soal Kasus Penistaan Agama, Anggota DPD RI Minta Masyarakat Sorong Tak Terprovokasi: Saya akan Kawal

Baca juga: Oknum Pengacara Dinilai Telah Menistakan Agama, 17 Orang Advokat Dampingi Pelapor Buat LP

"Masalah yang terjadi di Maybrat tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Jangan bawa ke Sorong, sebab itu sensitif," ujar Silas saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Jumat (7/1/2022).

Silas mengatakan hubungan antar umat beragama di Kota Sorong telah terjalin baik dari dulu hingga kini.

Oleh karena itu meminta semua pihak menahan diri untuk tidak memancing polemik yang bisa merusak kerukunan di Kota Sorong.

"Kalau ada yang singgung satu agama, maka kita semua pun akan merasakan sakitnya," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved