Dilarang Petugas Ambil Rapor karena Belum Vaksin, Orang Tua Siswa SMK N 3 Sorong Ungkap Kekecewaan

Orang tua murid menyesalkan adanya anggota Polres Sorong Kota yang ditempatkan di depan gerbang SMK Negeri 3 Sorong, Papua Barat saat penerimaan rapor

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Astini Mega Sari
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)
Sejumlah orang tua murid memprotes petugas saat hendak menerima rapor semester ganjil di SMK Negeri 3 Sorong, Papua Barat. 

Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Orang tua murid menyesalkan adanya anggota Polres Sorong Kota yang ditempatkan di depan gerbang SMK Negeri 3 Sorong, Papua Barat, saat penerimaan rapor.

Petugas tersebut ditempatkan di depan gerbang sekolah untuk memeriksa surat vaksinasi bagi para pengunjung yang mendatangi sekolah tersebut.

Satu di antara orang tua murid Mina Kolis (35) mengaku tak mendapat pemberitahuan terkait persyaratan vaksinasi bagi orang tua murid.

"Kita tidak tahu ada pemeriksaan seperti ini, pas mau masuk di sekolah baru tiba-tiba ada polisi di pintu," ujar Mina, kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (15/1/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: Penerimaan Rapor di SMK Negeri 3 Sorong Diwarnai Aksi Protes Orang Tua

Sejumlah orang tua murid memprotes petugas saat hendak menerima rapor semester ganjil di SMK Negeri 3 Sorong, Papua Barat.
Sejumlah orang tua murid memprotes petugas saat hendak menerima rapor semester ganjil di SMK Negeri 3 Sorong, Papua Barat. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun))

"Jadi, kita datang kaget karena mau vaksin bagaimana, kami saja masih dalam posisi sakit," tutur wanita asal suku Moi itu.

Sekalipun dalam kondisi sakit, pihaknya tidak mendapat kesempatan untuk masuk lantaran belum ada surat vaksin.

"Kalau anak saya sudah vaksin, sementara saya sendiri lagi sakit jadi tidak bisa memaksakan diri," ucapnya.

Mina pun merasa kecewa dengan peraturan terbaru ddi sekolah anaknya.

"Jujur kami sebagai masyarakat kecil merasa kecewa karena hanya mau ambil rapo harus disertai dengan segala macam syarat," imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah lewat aparat jangan memaksakan masyarakat kecil.

Baca juga: Dulu Primadona, Kini Kali Remu Kota Sorong Papua Barat Tampak Jorok dan Kotor

"Kalau paksa kita untuk vaksin dalam kondisi sakit, kalau terjadi apa-apa kepada kami siapa yang tanggung jawab," ungkap Mina.

Senada dengan Mina, orang tua murid lain, Hermanus Ulahayanan (51) juga mengaku kecewa dengan kehadiran petugas di SMK Negeri 3 Sorong.

Pasalnya, petugas yang ada di gerbang masuk SMK Negeri 3 Sorong dinilai hanya menakut-nakuti masyarakat dengan aturan gubernur dan pemerintah pusat.

"Katanya instruksi itu dari Gubernur, turun ke Wali Kota, tapi pihak sekolah tidak berikan informasi ke kita," kata Hermanus.

"Jangan tunggu sudah terima baru petugas ditempatkan di pintu masuk untuk periksa kartu vaksin."

"Masa, kita disuruh ambil rapor hari ini dan tidak ada syarat lain, tapi ternyata pas tiba malah ada petugas di pintu masuk."

Baca juga: Penerimaan CPNS Sorong Prioritaskan Anak Suku Moi, Walkot: Sesudahnya Baru Lingkungan Sekitar

Ia berharap, pihak sekolah harusnya memberikan penjelasan, sehingga tidak menimbulkan rasa kecewa dari orang tua murid.

Disclaimer: Hingga berita ini dinaikkan, TribunPapuaBarat.com, telah melakukan upaya konfirmasi ke pihak sekolah namun belum mendapatkan tanggapan. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved