Daftar Nama yang Disebut sebagai Korban Bentrok Sorong Beredar di WA, Polisi: Jangan Mudah Percaya
Polisi meminta warga tak percaya dengan pesan berantai yang menyebutkan daftar nama korban bentrok di Sorong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Suasana-di-depan-THM-Double-O-Sorong-Papua-Barat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Pesan berantai mengenai daftar nama yang disebut korban insiden bentrok di tempat hiburan malam (THM) Double O Sorong, Papua Barat, beredar di grup WhatsApp.
Menanggapi hal itu, Polres Sorong Kota meminta masyarakat tak mudah percaya pesan yang belum pasti kebenarannya.
Kabag Ops Polres Sorong Kota Kompol Edward Panjaitan mengatakan polisi belum mengantongi identitas korban.
"Ada 17 nama yang beredar di pesan WhatsApp, terus terang kita belum mengantongi identitas pasti," ujar Edward kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (25/1/2022).
Baca juga: Polda Papua Barat Turunkan Tim untuk Indentifikasi Belasan Jenazah Korban Bentrok di Double O Sorong
Edward mengatakan, pihaknya sedang menunggu hasil identifikasi dari tim DVI Polda dan Mabes Polri.
"Kami minta agar masyarakat di Kota Sorong, jangan mudah percaya terkait nama tersebut," tuturnya.
Sebab, hingga saat ini belum ada kepastian terkait nama itu yang telah dievakuasi di RSUD Sele Be Solu.
"Kalau ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya, maka harus laporkan ke Polres Sorong Kota," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dua kelompok warga saling serang hingga berujung pembakaran THM Double O di Kota Sorong, Papua Barat, Senin (24/1/2022) malam.
Baca juga: Korban Terbakar di Double O Sorong Bertambah, Polisi: Tidak Ada Identitas
Belasan orang meninggal akibat terjebak dalam tempat karaoke yang dibakar oleh massa bertikai.
Sementara satu orang tewas akibat dibacok.
Dua mobil dan satu tempat karaoke juga ludes terbakar.
Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan, pertikaian tersebut terjadi karena salah paham dua kelompok warga yang berawal di Double O.
Pertikaian tersebut sudah terjadi dua hari dan diupayakan untuk berdamai, namun tetap berlanjut hingga berujung penyerangan dan pembakaran. (*)