Sabtu, 11 April 2026

Cuaca Ekstrem di Perairan Sorong, 11 Unit Rumah Roboh Disapu Gelombang

Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang, merubuhkan sejumlah rumah milik warga di Klademak II Pantai, Distrik Sorong Manoi, Sorong.

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
zoom-inlihat foto Cuaca Ekstrem di Perairan Sorong, 11 Unit Rumah Roboh Disapu Gelombang
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun)
Sebanyak 11 unit rumah warga roboh di Klademak II Pantai, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (22/2/2022), akibatnya sekira puluhan keluarga mengungsi. 

Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi dan angin kencang, merubuhkan sejumlah rumah milik warga di Klademak II Pantai, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat.

Dir Polairud Polda Papua Barat, Kombes Pol Budy Utomo mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mendapatkan informasi BMKG terkait cuaca ekstrem di wilayah Sorong Raya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Perairan Sorong, Pelayanan ke Doom Terhenti

"Untuk daerah kita di Klademak II Pantai, gelombang tinggi menyapu rumah warga sebanyak 11 unit hingga roboh," ujar Budy kepada sejumlah awak media, Selasa (22/2/2022).

Saat ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait kejadian ini.

"Kita berupaya membantu masyarakat, terutama melakukan evakuasi warga dan menyiapkan tenda," tuturnya.

Sementara, pihaknya tengah menghimbau agar masyarakat di wilayah Sorong Raya, agar tidak melaksanakan aktivitas di laut.

Sebab, gelombang di perairan Sorong cukup tinggi mencapai dua meter lebih.

Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di dermaga penyeberangan masyarakat di Pulau Doom ke Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (22/2/2022). Akibatnya, pelayanan speed boat antar jemput masyarakat terhenti.
Kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di dermaga penyeberangan masyarakat di Pulau Doom ke Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (22/2/2022). Akibatnya, pelayanan speed boat antar jemput masyarakat terhenti. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun))

"Untuk kapal tradisional dan lainnya tidak boleh melakukan aktivitas untuk sementara waktu, karena gelombang cukup tinggi," ucapnya.

Selain itu, Seorang Warga Klademak II Pantai, Maikel Waromi mengaku, kejadian ini sudah terjadi sekira pukul 07.30 WIT hingga saat ini.

Baca juga: Hujan Angin dan Petir di Papua Barat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

"Kita sudah mulai mengungsikan warga sejal pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIT," kata Maikel.

"Rata-rata yang menjadi korban adalah warga asal Serui, Papua dan Buton, di Kota Sorong."

Ia berharap, pemerintah bisa merespon kejadian ini untuk menyiapkan tenda pengungsi bagi masyarakat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved