UPDATE: Rumah Roboh Akibat Cuaca Ekstrem di Kota Sorong Papua Barat Bertambah
Jumlah rumah warga yang roboh di Klademak II Pantai, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, bertambah.
Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Sebanyak-11-unit-rumah-warga-roboh-di-Klademak-II-Pantai-Distrik-Sorong-Manoi.jpg)
Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Jumlah rumah warga yang roboh di Klademak II Pantai, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, bertambah.
Ketua RT 03/RW 05 Klademak II Pantai, Yosepus Row mengatakan, rumah warga yang jadi korban sekitar 17 unit.
"Yang sudah roboh sekitar 12 unit, namun sekitar lima lain sudah hampir jatuh," ujar Yosepus, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (22/2/2022).
Sementara, seluruh warga yang menjadi korban atas kejadian ini masih dilakukan evakuasi ke tempat aman.
Hingga kini, pihaknya masih melakukan pendataan kepada warga yang menjadi korban.
Baca juga: Gelombang Tinggi di Perairan Sorong Capai 2 Meter, Aktivitas Penyeberangan Terhenti
"Jika ditambahkan dengan warga di RT 01/RW 05 dan RT 02/RW 05 Klademak II Pantai, maka bisa bertambah sekitar 20 an rumah yang jadi korban," pungkasnya.
Sebelumnya, Dir Polairud Polda Papua Barat, Kombes Pol Budy Utomo mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mendapatkan informasi BMKG terkait cuaca ekstrem di wilayah Sorong Raya.
"Untuk daerah kita di Klademak II Pantai, gelombang tinggi menyapu rumah warga sebanyak 11 unit hingga roboh," ujar Budy kepada sejumlah awak media, Selasa (22/2/2022).
Saat ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait kejadian ini.
"Kita berupaya membantu masyarakat, terutama melakukan evakuasi warga dan menyiapkan tenda," tuturnya.
Baca juga: Hujan Angin dan Petir di Papua Barat, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Sementara, pihaknya tengah menghimbau agar masyarakat di wilayah Sorong Raya, agar tidak melaksanakan aktivitas di laut.
Sebab, gelombang di perairan Sorong cukup tinggi mencapai dua meter lebih.
"Untuk kapal tradisional dan lainnya tidak boleh melakukan aktivitas untuk sementara waktu, karena gelombang cukup tinggi," ucapnya.
Selain itu, Seorang Warga Klademak II Pantai, Maikel Waromi mengaku, kejadian ini sudah terjadi sekira pukul 07.30 WIT hingga saat ini.
"Kita sudah mulai mengungsikan warga sejal pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIT," kata Maikel.
"Rata-rata yang menjadi korban adalah warga asal Serui, Papua dan Buton, di Kota Sorong."
Ia berharap, pemerintah bisa merespon kejadian ini untuk menyiapkan tenda pengungsi bagi masyarakat. (*)