Viral Rekeman Percakapan Tentara Rusia dengan Tentara Ukrania Penjaga Pulau Ostriv Zmiinyi

Penyerangan Rusia ke Ukraina hingga hari ini mengakibatkan sebanyak 137 orang tewas dan 316 lainnya terluka.

(Photo by GENYA SAVILOV / AFP)
Orang-orang mengantri ke pompa bensin di Kyiv pada 24 Februari 2022. - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada Kamis dengan ledakan terdengar segera setelah di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan "invasi skala penuh" sedang berlangsung. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Penyerangan Rusia ke Ukraina hingga hari ini mengakibatkan sebanyak 137 orang tewas dan 316 lainnya terluka.

Sebagian besar wilayah kota-kota besar di Ukraina telah diserang dan dikuasai oleh tentara Rusia.

Kini Rusia mulai memperluas daerah penyerangannya ke pulau-pulau kecil Ukraina, salah satunya pulau Ostriv Zmiinyi atau disebut juga Pulau Ular.

Ostriv Zmiinyi adalah pulau kecil dengan luas 0,17 km persegi yang terletak di Laut Hitam, pantai Rumania dan Ukraina.

Dari unggahan pada akun Twitter resmi Kementerian Luar Negeri Ukraina (@MFA_Ukraine), diketahui bahwa Rusia secara terang-terangan ingin merebut pulai Zmiinyi milik Ukraina itu.

Para tentara Rusia menghancurkan semua infrastruktur di pulau tersebut.

Baca juga: Viral Video Pria Ukraina Adang Iring-iringan Tank Rusia, Warga yang Lihat Kaget dan Ketakutan

Sebanyak 13 orang tentara penjaga Pulau Ular tewas terbunuh, karena menolak untuk menyerah kepada kapal perang Rusia.

Baru-baru ini beredar rekaman suara antara tentara Rusia dengan tentara penjaga pulau Zmiinyi, sebelum ke-13 orang tersebut dibunuh.

Menurut Presiden Ukraina Vlodymyr Zelensky, percakapan tersebut berisi mengenai laporan tewasnya pasukan tentara Ukraina yang mengamankan Snake Island.

Pada rekaman suara diketahui bahwa seorang tentara Rusia mendesak tentara penjaga pulau untuk meletakkan senjata mereka dan menyerah agar meninggalkan zona pertempuran.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved