Video Situasi Konflik di Ukraina Viral di Medsos, Jubir Kemenlu Rusia: Ini Pasti Infrastrukur NATO

Pada Rabu (2/3/2022), operasi militer spesial yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina telah memasuki hari ketujuh.

AFP/DANIEL LEAL
Seorang pria membersihkan puing-puing di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga menghantam, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia mencapai pinggiran Kyiv pada hari Jumat seperti yang dikatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pasukan penyerang menargetkan warga sipil dan ledakan terdengar di ibu kota yang terkepung. Ledakan sebelum fajar di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara pada Kamis yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan membuat sedikitnya 100.000 orang mengungsi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pada Rabu (2/3/2022), operasi militer spesial yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina telah memasuki hari ketujuh.

Selama konflik berlangsung, media sosial ramai beredar video-video yang menggambarkan situasi konflik di Ukraina.

Beredarnya video-video tersebut, menurut pemerintah Rusia disebabkan adanya campur tangan pihak profesional.

Baca juga: Terungkap Perlakuan Rasis Militer Ukraina terhadap Warga India hingga Kulit Hitam yang Mengungsi

Serangan roket Rusia di Kota Kiev, Ukraina pada Sabtu (26/2/2022).
Serangan roket Rusia di Kota Kiev, Ukraina pada Sabtu (26/2/2022). (BBC.com)

Dilansir Tass Russian News Agency, Rabu (2/3/2022), intelijen NATO dituding berpartisipasi menyebarkan berita hoaks seputar konflik Rusia-Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Maria menjelaskan bagaimana berita bohong terus beredar karena adanya campur tangan aktor profesional bukan aktor pribadi atau hacker yang tak memiliki koneksi dan infrastruktur yang memadai.

"Ini sudah pasti melibatkan infrastruktur NATO," ujar Maria.

Maria lalu mengungkit ramainya video di medsos yang menggambarkan konflik di Ukraina.

"Mengingat apa yang terjadi di sana, sudah jelas hal terakhir yang akan dilakukan oleh warga sipil Ukraina adalah merekam video, mengedit, dan menggunakan efek visual lalu mengunggahnya di mana-mana," ujar Maria.

"Ini dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan bagaimana masyarakat luas akan melihatnya. Ini dilakukan secara terkoordinir, menargetkan audiens di seluruh dunia," lanjutnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved