Rabu, 27 Mei 2026

Alpukat Efektif Bantu Atasi Obesitas dan Diabetes, Cek Kebenarannya

Ini penjelasan terkait mengapa alpukat bisa membantu mengatasi obesitas dan diabetes. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Alpukat Efektif Bantu Atasi Obesitas dan Diabetes, Cek Kebenarannya
Diabetes.co.uk via Tribunnews.com
Ilustrasi diabetes 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Ini penjelasan terkait mengapa alpukat bisa membantu mengatasi obesitas dan diabetes. 

Diketahui, alpukat buah padat nutrisi namun tinggi kalori dan banyak dikonsumsi oleh penderita kolesterol.

Sebab, alpukat dipercaya bisa menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Jangan heran, kandungan antuoksidan dan sifat anti-inflamasi dalam buah alpukat yang membuatnya bisa membantu mengelola kolesterol dalam darah. 

Sayangnya, sebagian orang yang menjalankan program diet enggan mengonsumsi alpukat. Alasannya, alpukat mengandung lemak dan kalori tinggi.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Kenali 5 Kebiasaan yang Bisa Memicu Diabetes

Mengutip dari Food.NDTV, sebuah penelitian menyebutkan alpukat bermanfaat mengelola obesitas dan gula darah penyebab penyakit diabetes. 

Sekedar info, diabetes tipe II merupakan kondisi tubuh yang tidak mampu merespon insulin yang telah diproduksi. Sehingga glukosa tidak terproses dengan baik dan membuat gula darah melonjak. 

Hal tersebut juga membuat tubuh tidak mampu membakar asam lemak (oksidasi) dengan sempurna. Diabetes dan obesitas membuat proses tersebut tidak efektif. 

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Penderita Diabetes agar Gula Darah Tetap Stabil, Ada 10 Jenis

Hasil penelitian 

Penelitian pertama yang dipimpin oleh Prof. Paul Spagnuolo mengatakan bahwa alpukat mengandung molekul lemak avocatin B yang berperan untuk membatasi proses seluler penyebab diabetes

Senyawa tersebut bisa melawan oksidasi tidak sempurna pada otot rangka dan pankreas untuk mengurangi resistensi insulin. Penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research.

Dalam sebuah studi, para peneliti memberi makan tikus dengan diet tinggi lemak selama delapan minggu untuk menginduksi obesitas dan resistensi insulin. 

Dalam waktu lima minggu berikutnya, para peneliti menambahkan AvoB ke setengah dari diet tinggi lemak tikus.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Diabetes, Kurang Olahraga Termasuk Lho

Hasilnya, tikus yang mengonsumsi AvoB memiliki berat badan yang jauh lebih rendah daripada tikus yang berada di kelompok kontrol. 

"Tikus yang diobati menunjukkan sensitivitas insulin yang lebih besar, artinya tubuh mereka mampu menyerap dan membakar glukosa darah serta meningkatkan respon terhadap insulin," kata Prof Paul Spagnuolo. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved