Negara-negara Barat Tak Kunjung Bantu Ukraina, Zelensky Beri Sindiran: Tak Bisa Ambil Keputusan

Sebuah sindiran pedas disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terhadap sekutunya yakni negara-negara barat.

AFP/MATT DUNHAM
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris selama Konferensi Keamanan Munich di Munich, Jerman selatan, pada 19 Februari 2022. Selama Konferensi Keamanan Munich ke-58 yang berlangsung dari 18-20 Februari 2022, para diplomat dan pakar internasional bertemu untuk membahas topik seperti tatanan global, keamanan manusia dan transnasional, pertahanan atau keberlanjutan. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Sebuah sindiran pedas disampaikan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terhadap sekutunya yakni negara-negara barat.

Sindiran itu disampaikan oleh Zelensky karena ia merasa tidak kunjung diberikan bantuan untuk menghadapi pasukan militer Rusia.

Seperti yang diketahui sejak 24 Februari 2022 Presiden Rusia Vladimir Putin telah meluncurkan operasi militer spesial di Ukraina yang terus berlangsung hingga hampir dua minggu.

Pandangan umum ini menunjukkan balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP)
Pandangan umum ini menunjukkan balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) (AFP/SERGEY BOBOK)

Baca juga: Rusia Klaim Kelompok Radikal Ukraina Sandera Ribuan Warga Asing Termasuk Indonesia

Baca juga: Anak di Ukraina Tewas Dehidrasi, Zelensky Soroti Taktik Pasukan Rusia Kepung Warga Sipil

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, menurut Zelensky, negara-negara barat juga bertanggung jawab atas kematian para warga Ukraina.

"Meskipun pasukan Rusia harus disalahkan atas pembunuhan yang terjadi, tanggung jawab juga dimiliki oleh mereka di kantor-kantor barat yang selama 13 hari tidak bisa mengambil keputusan yang jelas, mereka yang tidak menyelamatkan kota-kota kita dari bom dan misil, padahal mereka sebenarnya bisa," ujar Zelensky, Selasa (8/3/2022).

Zelensky diketahui kerap meminta kepada negara-negara barat agar menerapkan zona dilarang terbang di Ukraina untuk meminimalisir serangan pasukan Rusia.

"Kami ulangi setiap hari: tutup langit di atas Ukraina. Tutup untuk semua misil Rusia, untuk jet tempur Rusia, untuk semua teroris mereka," katanya.

"Jika kalian tidak mau melakukannya, jika kalian enggan memberi kami setidaknya pesawat agar kami bisa melindungi diri sendiri, maka hanya ada satu hal yang bisa disimpulkan: Kalian ingin kami dibunuh perlahan-lahan," ucap Zelensky.

Selain itu, Zelensky yang diketahui getol ingin bergabung dengan NATO, kini mengakui merasa pesimis terkait kemungkinan Ukraina bisa bergabung dengan NATO.

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, pernyataan tersebut disampaikan oleh Zelensky pada Senin (7/3/2022) saat diwawancarai oleh stasiun televisi ABC News.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved