Mantan Menlu Rusia Sebut Ada Orang Dalam Putin yang Tak Suka dengan Tindakannya: Ada Banyak Upaya

Sudah dua minggu lebih konflik Rusia-Ukraina masih berlangsung, semenjak Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer spesial.

(Photo by Handout / KREMLIN.RU / AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan bangsa di Kremlin di Moskow. - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan "operasi militer" di Ukraina pada 24 Februari dan meminta tentara di sana untuk meletakkan senjata mereka, menentang kemarahan Barat dan seruan global untuk tidak melancarkan perang. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Sudah dua minggu lebih konflik Rusia-Ukraina masih berlangsung, semenjak Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer spesial pada 24 Februari 2022 lalu.

Seiring berjalannya waktu dan konflik yang tak kunjung berhenti, Putin disebut-sebut kini terancam digulingkan.

Pernyataan ini disampaikan oleh mantan Menteri Luar Negeri Rusia zaman Boris Yeltsin, yakni Andrei Kozyrev.

Baca juga: Terkepung oleh Rusia, Warga di Ukraina Ini Saling Serang untuk Dapatkan Makanan dan Bensin

Barisan tank Rusia terpukul mundur saat bergerak di pinggiran Kiev, ibukota Ukraina, Kamis (10/3/2022). Satu diantaranya terdapat kendaraan TOS-1A, yang merupakan senjata thermobaric andalan Rusia.
Barisan tank Rusia terpukul mundur saat bergerak di pinggiran Kiev, ibukota Ukraina, Kamis (10/3/2022). Satu diantaranya terdapat kendaraan TOS-1A, yang merupakan senjata thermobaric andalan Rusia. (Capture Video Sky News)

Dikutip TribunWow.com dari metro.co.uk, Minggu (13/3/2022), sebuah laporan menyebut saat ini mulai muncul orang-orang di lingkar Putin dalam yang tidak senang dan marah atas tindakan Putin menginvasi Ukraina.

Kozyrev mengatakan, saat ini Putin terancam diberhentikan dan paling parah tewas dibunuh.

Kemudian Kozyrev mengungkit era pemerintahan Boris Yeltsin yang mana banyak pihak yang berupaya menggulingkan pemerintahan Boris Yeltsin pada saat itu.

"Bahkan di zaman Uni Soviet, ada banyak upaya (percobaan pembunuhan): Stalin sempat diracuni," ujar Kozyrev.

Kozyrev meyakini saat ini pihak internal yang tidak senang terhadap Putin akan semakin banyak dan dapat berakibat buruk terhadap Putin.

"Saya tidak tahu akan seperti apa tetapi sejarah Rusia selalu penuh dengan kejadian tidak terduga," ujarnya.

Diketahui selama dua minggu lebih melakukan invasi ke Ukraina, Rusia terus-terusan menerima serangan di sektor ekonomi berupa sanksi dari negara hingga perusahaan multi nasional.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved