Terjerat Hukum di Inggris, Ibu Tak Bisa Selamatkan Putrinya di Ukraina: Saya Harus Menyelamatkannya

Terjerat kasus kriminal, seorang ibu bernama Olga Khomenko (37) tidak bisa meninggalkan Inggris untuk pergi menjemput anak gadisnya yang terjebak

AFP/DANIEL LEAL
Seorang pria membersihkan puing-puing di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga menghantam, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia mencapai pinggiran Kyiv pada hari Jumat seperti yang dikatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pasukan penyerang menargetkan warga sipil dan ledakan terdengar di ibu kota yang terkepung. Ledakan sebelum fajar di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara pada Kamis yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan membuat sedikitnya 100.000 orang mengungsi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Terjerat kasus kriminal, seorang ibu bernama Olga Khomenko (37) tidak bisa meninggalkan Inggris untuk pergi menjemput anak gadisnya yang terjebak di Ukraina.

Pada akhirnya, Olga diberikan izin untuk pergi ke Ukraina untuk menjemput anaknya.

Izin tersebut diberikan seusai Olga menampilkan video anaknya yang berada di basemen memohon agar ibunya datang menjemput.

Baca juga: Presiden Ukraina Minta Bantuan PM Israel Selamatkan Walikota Melotipol yang Jadi Tawanan

Seorang ibu di Inggris bernama Olga Khomenko (34) terus memohon kepada hakim agar dirinya diberikan waktu untuk menjemput putrinya yang kini terjebak di Ukraina.
Seorang ibu di Inggris bernama Olga Khomenko (34) terus memohon kepada hakim agar dirinya diberikan waktu untuk menjemput putrinya yang kini terjebak di Ukraina. (TheSun.co.uk)

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Olga sebelumnya berhadapan dengan hukum seusai pergi membawa kabur anaknya ke Kiev/Kyiv, Ukraina seusai mengalami permasalahan rumah tangga dengan suami.

Putri Olga saat ini terjebak di Ukraina bersama sang nenek.

Pada video yang ditampilkan di pengadilan, tampak putri Olga berada di sebuah ruangan di basemen yang gelap.

Anak Olga tampak mengenakan jaket berwarna pink dan topi.

Sambil memegangi boneka bebek berwarna putih, putri Olga menyampaikan dirinya ketakutan mendengar banyak suara ledakan.

Ia lalu meminta agar ibunya segera datang menjemput dan membawanya pergi keluar dari Ukraina.

Berikut transkrip permohonan yang diucapkan oleh putri Olga.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved