Alasan Ukraina Terima WN Lain yang Ingin Bantu Perangi Rusia, Ahli Sebut Hanya untuk Publikasi

Dua hari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer spesial di Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan ...

AFP/SERGEI SUPINSKY
Pasukan militer Ukraina mengamankan roket milik Rusia yang gagal meledak di Kiev, Sabtu (26/2/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Dua hari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer spesial di Ukraina, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pihaknya menerima warga negara lain yang mau membantu Ukraina memerangi Rusia.

Kemudian Zelensky juga mengeluarkan kebijakan bebas visa kepada warga negara lain yang secara sukarela ingin bergabung membantu tentara Ukraina memerangi Rusia.

Kebijakan Zelensky tersebut disambut baik oleh sejumlah negara-negara di Eropa.

Baca juga: Ciri Hoaks Konflik Rusia-Ukraina, Unggah Video Lama hingga Ada Peran Pemerintah Sebar Propaganda

Veteran tentara Inggris bernama Jason Haigh (34) sempat diinterogasi oleh agen Ukraina ketika menjadi sukarelawan di Kiev bertempur melawan pasukan Rusia.
Veteran tentara Inggris bernama Jason Haigh (34) sempat diinterogasi oleh agen Ukraina ketika menjadi sukarelawan di Kiev bertempur melawan pasukan Rusia. (TheSun.co.uk)

Bahkan beberapa di antaranya turut mendorong agar warganya yang bersedia mau ikut berperang di Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, namun ada juga negara yang melarang warganya dan memperingatkan akan ada konsekuensi bila terjadi hal-hal tertentu.

Otoritas Ukraina mengklaim terdapat 20 ribu sukarelawan dari 52 negara yang telah bergabung.

Negara-negara yang warganya menjadi relawan tentara di Ukraina di antaranya adalah Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Kanada, India, Kroasia, Israel, Latvia, Denmark, Belanda hingga Polandia.

Kacper Rekawek, seorang peneliti di Pusat Studi Ekstremisme (C-REX), Universitas Oslo, menyoroti aksi pemerintah Ukraina mengumumkan puluhan ribu relawan telah bergabung.

Menurutnya sikap pemerintah Ukraina hanyalah gimmick untuk publikasi media.

Rekawek meragukan bahwa relawan yang berpartisipasi di Ukraina benar mencapai angka puluhan ribu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved