Presiden AS Joe Biden Sebut Vladimir Putin Penjahat Perang, Pemerintah Rusia: Tak Bisa Dimaafkan

Sejak konflik Rusia-Ukraina terjadi, Amerika Serikat (AS) terus-terusan mengecam dan menjatuhkan sanksi ekonomi bertubi-tubi kepada Rusia.

(Photo by Handout / KREMLIN.RU / AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan bangsa di Kremlin di Moskow. - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan "operasi militer" di Ukraina pada 24 Februari dan meminta tentara di sana untuk meletakkan senjata mereka, menentang kemarahan Barat dan seruan global untuk tidak melancarkan perang. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Sejak konflik Rusia-Ukraina terjadi, Amerika Serikat (AS) terus-terusan mengecam dan menjatuhkan sanksi ekonomi bertubi-tubi kepada Rusia.

Tiga minggu berlalu sejak invasi terjadi pada 24 Februari 2022 lalu, pemerintah Rusia kini tak bisa memaafkan apa yang telah diucapkan oleh Presiden AS Joe Biden kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov mengetakan, apa yang diucapkan oleh Biden tidak bisa dimaafkan.

Baca juga: Viral Video Diduga Pilot Rusia Sebut Perang Ukraina adalah Kejahatan, Dapat Apresiasi Penumpang

"Kami meyakini retorika seperti itu tidak bisa diterima dan tak bisa dimaafkan," ujar Peskov.

Peskov juga mengungkit bagaimana AS sendiri telah membunuh ratusan ribu orang di negara-negara lain pada peperangan sebelumnya.

Lantas apa yang diucapkan oleh Biden hingga membuat marah pemerintah Rusia?

Dikutip TribunWow.com dari BBC.com, kejadian ini terjadi ketika Biden diwawancarai di Washington pada Rabu (16/3/2022).

Seorang reporter bertanya "Pak Presiden, setelah semua yang kita lihat, apakah Anda siap untuk menyebut Putin sebagai penjahat perang?" tanya wartawan tersebut.

Biden awalnya menjawab tidak, namun tak lama kemudian ia meralat jawabannya.

"Oh, saya rasa dia adalah penjahat perang," kata Biden.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved