Warga Indonesia Banyak yang Mendukung Rusia, Dosen HI: Ketidakpercayaan Mereka terhadap Amerika

Masyarakat Indonesia dinilai cenderung mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

AFP/DANIEL LEAL
Seorang pria membersihkan puing-puing di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga menghantam, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia mencapai pinggiran Kyiv pada hari Jumat seperti yang dikatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pasukan penyerang menargetkan warga sipil dan ledakan terdengar di ibu kota yang terkepung. Ledakan sebelum fajar di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara pada Kamis yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan membuat sedikitnya 100.000 orang mengungsi. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Masyarakat Indonesia dinilai cenderung mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Sebuah survei menunjukkan adanya sikap antipati terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat.

Rupanya, hal tersebut bisa memberikan dampak tertentu, terutama di bidang hubungan internasional.

Baca juga: Vladimir Putin Sebut Operasi Militer Rusia di Ukraina Bertujuan untuk Selamatkan Warga Donbass

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbicara di depan Menteri Pertahanan Yunani, Nikolaos Panagiotopoulos, saat pertemuan di Kota Athena, Yunani, pada Jumat (11/3/2022). Prabowo jelaskan posisi Indonesia dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbicara di depan Menteri Pertahanan Yunani, Nikolaos Panagiotopoulos, saat pertemuan di Kota Athena, Yunani, pada Jumat (11/3/2022). Prabowo jelaskan posisi Indonesia dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. (Capture YouTube KOMPASTV)

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeraa, Senin (21/3/2022), beberapa spekulasi muncul terkait penyebab banyaknya warga Indonesia yang mendukung Rusia.

Padahal, dunia internasional saat ini tengah ramai-ramai mengecam keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut.

Menurut dosen hubungan internasional Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung, Yohanes Sulaiman, ada rasa ketidaksukaan masyarakat terhadap AS yang mempengaruhi hal tersebut.

Banyak pihak menilai bahwa konflik Ukraina merupakan masalah geopolitik antara Rusia dan Amerika Serikat.

Rasa antipati pada AS tersebut mulai muncul ketika negara tersebut menyatakan perang melawan teroris yang dinilai menimbulkan represi terhadap orang muslim.

Karenanya, hingga saat ini publik menunjukkan sikap skeptis terhadap pemberitaan yang berbeda dengan pandangan mereka.

"Banyak yang menyatakan bahwa mereka tidak bisa begitu saja percaya pada berita dari AS tanpa membaca sisi lain, bahkan berita fakta pun dianggap saja seperti hoaks hingga mengada-ngada, tetapi akar dari ini adalah ketidakpercayaan mereka terhadap AS secara umum,” kata Yohanes Sulaiman.

Peneliti Studi Rusia dan Eropa Timur, Hubungan Internasional Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Radityo Dharmaputra, memiliki pendapat berbeda.

Ia menilai masyarakat Indonesia cenderung mendukung Rusia lantaran tak memiliki pemahaman yang cukup tentang Ukraina.

Sementara itu, sebuah survei dilakukan oleh Pew Research Center di Washington DC pada Februari 2020.

Dalam survei tersebut masyarakat Indonesia ditunjukkan memiliki sikap skeptis yang lebih besar terhadap AS di Indonesia dibandingkan dengan banyak negara lain di Asia Pasifik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved