Ukraina Mampu Hadapi Rusia, Ternyata Dapat Bantuan dari AS, Uni Eropa, hingga Jepang dan Korsel

Perang antara Ukraina dan Rusia telah berlangsung selama hampir sebulan sejak Kamis (24/3/2022).

AFP/SERGEI SUPINSKY
Pasukan militer Ukraina mengamankan roket milik Rusia yang gagal meledak di Kiev, Sabtu (26/2/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Perang antara Ukraina dan Rusia telah berlangsung selama hampir sebulan sejak Kamis (24/3/2022).

Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa Ukraina akan menyerah pada negara adi daya yang menjadi tetangganya.

Lantas, bagaimana sebuah negara dengan hanya memiliki 200.000 personel militer aktif mampu menghadapi tentara raksasa Rusia dengan persenjataan yang jauh lebih canggih?

Baca juga: Selamatkan Kekasihnya, Pria Berusia 60 Tahun di Inggris Nekat Pergi ke Ukraina: Ini tentang Keluarga

Drone Bayraktar TB2 buatan Turki di pangkalan udara militer Gecitkale dekat Famagusta di Siprus Utara, Senin (16/12/2019). Penampakan drone Bayraktar yang berhasil pukul mundur pasukan Rusia.
Drone Bayraktar TB2 buatan Turki di pangkalan udara militer Gecitkale dekat Famagusta di Siprus Utara, Senin (16/12/2019). Penampakan drone Bayraktar yang berhasil pukul mundur pasukan Rusia. (Birol Bebek/AFP)

Dikutip TribunWow.com dari Politico, Kamis (24/3/2022), alasan Ukraina mampu membalas serangan Rusia dengan sengit rupanya tak lepas dari bantuan negara-negara dunia.

Lebih dari 30 negara telah bergabung dalam pembelian dan pengiriman senjata untuk mendukung upaya perang Ukraina.

AS sendiri telah mengirim triliunan rupiah dalam bentuk rudal, amunisi, dan barang-barang lainnya ke garis depan.

Uni Eropa menandatangani paket bantuan 551 juta USD (sekira Rp 8 triliun) untuk membantu mempersenjatai Ukraina.

Dan baik Finlandia maupun Jerman telah menulis ulang kebijakan lama yang melarang mengekspor senjata ke zona perang.

Pada saat yang sama, ada puluhan ribu tentara yang diaktifkan dan dikerahkan oleh negara-negara NATO di Eropa Timur.

Data pengiriman senjata berikut diambil dari Forum Perdagangan Senjata yang sebagian besar bergantung pada pernyataan dan laporan resmi pemerintah di media.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved