Laka Maut di Pegunungan Arfak

Tiba di NTT, 5 Jenazah Korban Laka Maut Pegunungan Arfak Dimakamkan 1 Liang Lahat

Dan dari 6 jenazah tersebut, ada lima yang dimakamkan di Tulakadik dan kelima jenazah dimakamkan dalam satu liang lahad.

Pos Kupang/Teni Jenahas
Enam jenazah korban kecelakaan di Pegunungan Arfak Papua Barat disemayamkan di rumah duka Dusun Tulakadik, Desa Derok Faturene, Kabupaten Belu, Kamis 14 April 2022. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Enam jenazah dari 18 korban tewas dalam kecelakaan di Pegunungan Arfak, Papua Barat tiba di rumah duka di Dusun Tulakadik, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (14/4/2022) sekitar pukul 21.30 Wita.

Perwakilan keluarga Yohanes, Atok menjelaskan, enam jenazah disemayamkan pada satu tempat yaitu di tenda di luar rumah.

Diketahui, enam jenazah ini merupakan satu rumpun keluarga suku besar Bedasi.

Dan dari 6 jenazah tersebut, ada lima yang dimakamkan di Tulakadik dan kelima jenazah dimakamkan dalam satu liang lahad.

Sedangkan satu jenazah lainnya dibawa ke Harekain Kabupaten Malaka.

Baca juga: Korban Tewas Laka Maut di Pegunungan Arfak Dapat Santunan Rp 10 Juta dari Perusahaan, Uang Duka Cita

Jenazah disemayamkan di luar rumah karena sesuai dengan tradisi dan adat istiadat setempat, orang yang meninggal tidak wajar tidak dibawa ke dalam rumah tinggal maupun rumah adat.

Dari enam jenazah korban, ada satu jenazah atas nama Adi Nahak akan dibawa ke Harekain Kabupaten Malaka yang merupakan kampung halamannya.

Jenazah korban disemayamkan sementara di Tulakadik karena istrinya berasal dari kampung tersebut.

"Satu jenazah saudara kami Adi Nahak, dia adalah anak mantu di sini, dia berasal dari Harekain Kabupaten Malaka. Karena istrinya asal dari kampung sini maka ini malam disemayamkan di sini dulu. Besok baru keluarga Harekain Builaran bawa ke Malaka untuk dikuburkan di sana," terang Atok.

Sedangkan lima jenazah lainnya dimakamkan di Tulakadik dan kelima jenazah dimakamkan dalam satu lubang.

Hal ini dibenarkan oleh anggota keluarga yang lain, Kristoforus Berek, Yudo Berek dan Anus Moruk.

"Mereka kubur satu lubang. Kita sudah gali lubang kubur ukuran lima jenazah, panjang lima meter dan lebar dua meter. Nanti satu lubang itu baru kita bikin sekat," kata Kristoforus Berek.

13 Orang Tewas di Tempat

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada Rabu (13/4/2022) dan menewaskan sebanyak 18 orang penumpang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved