Terdakwa Kasus Posramil Kisor Maybrat Ubah Pernyataan, Kuasa Hukum: PN Makassar Tidak Aman

Kuasa hukum enam terdakwa kasus penyerangan Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, menyebut ada dugaan intimidasi terhadap tiga orang klien

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun
Penasehat hukum keenam tersangka kasus penyerangan Posramil Kisor, Leonardo Ijie. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Kuasa hukum enam terdakwa kasus penyerangan Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, menyebut ada dugaan intimidasi terhadap tiga orang kliennya di Polda Sulawesi Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Penasihat Hukum enam tersangka, Leonardo Ijie (37), di Sekretariat LBH Kaki Abu Kota Sorong, Papua Barat.

Kata Leo sapaan akrabnya, sejak awal pembacaan dakwaan, keenam kliennya telah menolak dakwaannya Jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Baca juga: Kisor Maybrat Berangsur Kondusif, Masyarakat Kini Pulang ke Kampung Halaman

"Atas dasar penolakan itulah kami mengajukan eksepsi atau keberatan kepada majelis hakim," ujar Leo, kepada sejumlah awak media saat jumpa pers, Senin (18/4/2022).

Ia menuturkan, keberatan yang diajukan terkait dengan kewenangan mengadili, para terdakwa sejak awal diproses tidak didampingi kuasa hukum dan terdakwa yang diduga masih di bawah umur harus diperiksa usianya.

Leo mengaku, selama pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum, tidak ada satu orang pun yang mengaku melihat para terdakwa ada di lokasi kejadian yakni Posramil Kisor.

"Mereka tidak melihat dan juga mengetahui terkait pertemuan persiapan penyerangan Posramil Kisor, sesuai pernyataan jaksa dalam dakwaannya," tuturnya.

Ia berujar, pada persidangan tidak ada saksi dari pihak TNI yang dihadiri untuk menjelaskan kejadian tersebut.

Sehingga, berkas dan para keenam terdakwa dijadikan sebagai saksi mahkota dalam persidangan itu.

Baca juga: Soal Gelombang Pengungsi Kisor, Dandim Minta Warga Laksanakan Ibadah di Kampung

Keganjilan

Walhasil, terdakwa berinsial AY, YW, dan M berkasnya dipisahkan sebagai saksi mahkota.

Tak hanya itu, terdakwa berinsial RY, MY dan AK pun berkasnya dipisahkan sebagai saksi mahkota.

"Setelah berkasnya dipisahkan mereka saling bersaksi mahkota terhadap mereka sendiri," ungkap Leo.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved