Warga Maluku di Manokwari Gelar Lari Obor Peringati Hari Pattimura

Ratusan masyarakat Maluku memadati lapangan Borarsi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun)
Pelepasan obor pada momentum hari Pattimura ke 205 tahun, dari tiga suku (Maluku Tenggara, Utara dan Maluku Tengah) kepada sesepuh Maluku, Dominggus Mandacan, Senin (16/5/2022). 

Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ratusan masyarakat Maluku memadati lapangan Borarsi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, untuk memperingati hari Pattimura ke 205 tahun, Senin (16/5/2022).

Kegiatan itu dimulai dengan pawai obor dari Monumen Isak Kijne hingga berakhir di lapangan Borarsi, Manokwari.

Selanjutnya, dilakukan penyerahan obor dari tiga tungku yaitu Maluku Utara, Maluku Tenggara dan Maluku Tengah kepada sesepuh Maluku di Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Baca juga: Cerita Yedik Bergulat Lawan Begal, Sempat Buang Motor ke Sawah agar Tak Dirampas

Baca juga: Dominggus dan Lakotani Komitmen akan Maju Kembali pada Pilgub Papua Barat 2024

Mandacan mengatakan, orang Maluku ada di mana-mana, tetapi tidak ke mana-mana.

"Kobarkan terus semangat persatuan basudara di Manokwari, untuk semua ras agama dan budaya di daerah ini," ujar Mandacan.

Perjuangan pahlawan Pattimura, harus terus dikobarkan dan tertanam di masyarakat Maluku.

"Jangan lupakan sejarah perjuangan bangsa, karena pedoman hidup Pattimura menjadi contoh bagi generasi saat ini," tuturnya.

Ia berujar, peringatan hari Pattimura harus menjadi perekat dan tanda kebangkitan anak Maluku.

"Mari rapatkan barisan untuk mengharumkan nama negeri asal (Maluku), lawan egoisme dalam diri dengan menjaga kerukunan," ucapnya.

Baca juga: Dominggus dan Lakotani Komitmen akan Maju Kembali pada Pilgub Papua Barat 2024

Selain itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou menambahkan, kehadiran orang Maluku di tanah Papua karena kehendak dan panggilan tuhan.

"Sikap heroik Pattimura dan kepahlawanannya dalam sejarah merupakan jati diri anak negeri untuk memperjuangkan kemerdekaan," jelas Indou.

Lanjutnya, hari Pattimura harus menjadi simbol kebangkitan anak-anak Maluku, untuk melakukan kerja nyata dan mendukung Pemda dalam mensejahterakan masyarakat.

"Saya berharap agar ke depan warga Maluku semakin solid dan bergerak maju bersama membangun Manokwari," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved