Papua Barat Terkini
Eksavator Oleng dan Terbalik, Pekerja Tambang Emas Ilegal di Distrik Masni Ditemukan Tewas
Seorang pekerja tambang emas ilegal di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, tewas setelah eksavator yang dikendarainya oleng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kondisi-di-salah-satu-tambang-emas-ilegal-di-Kabupaten-Manokwari-Papua-Barat-d.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Seorang pekerja tambang emas ilegal di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, tewas setelah eksavator yang dikendarainya oleng.
Persitiwa tragis itu menimpa PTS (35), warga Kelurahan Makbalin, Distrik Mayamuk Aimas Kabupaten Sorong, Papua Barat.
Ia ditemukan tewas di Kali Wariori, Sabtu (28/5/2022) kemarin.
Baca juga: Soal Insiden Nakes di Sorong Selatan Ditusuk OTK, Dinkes Minta Aparat: Tolong Berikan Rasa Aman
Kasat Reskrim Polres Manokwari Iptu Arifal Utama, Senin (30/5/2022) menjelasakan kronologi dari peristiwa tersebut.
"Kejadian itu terjadi di Kali Wariori, pada Sabtu lalu sekita pukul 11.00 WIT," ujar Arifal, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin.
Ia berujar, korban dikabarkan meninggal dunia setelah terserat arus di Kali Wariori yang tiba-tiba meluap.
"Setelah itu korban langsung di evakuasi menuju ke Puskesmas Macuan SP lima," tuturnya.
Selanjutnya, jenazah penambang emas ilegal itu dibawa menuju kampung halamannya di Aimas Kabupaten Sorong melalui jalur darat.
Sebelumnya, Arifal menuturkan, pihaknya telah menerima informasi dari masyarakat.
"Kami telah memintai keterangan dari tiga orang saksi yakni NTP (31), DSW (24), dan N," ucap Arifal.
Baca juga: Hendak Berangkat Kerja, 2 Nakes di Sorong Papua Barat Ditusuk OTK
Dari keterangan saksi, kejadian tersebut bermula saat eksavator yang dibawanya berusaha melewati Kali Wariori.
Saat itu tengah terjadi banjir dan arusnya cukup deras.
Namun, dalam perjalanan eksavator yang dikemudikan oleh pekerja tersebut tiba-tiba oleng.
"Tiba-tiba eksavator itu terbalik ke sebelah kiri, setelah menabrak batu di pinggir Kali Wariori," ungkapnya.
Diduga, korban langsung melompat dan berusaha menyelamatkan diri.
"Setelah dilakukan pengecekkan korban tidak ditemukan sehingga dilanjutkan dengan menyisir Kali Wariori," imbuhnya.
Lanjutnya, saat eksavator dievakuasi korban tiba-tiba ditemukan mengambang dari dalam air.
Kemudian, langsung dilakukan evakuasi dengan mengangkat korban ke daratan. (TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun)
Berita Papua Barat Terkini Lainnya