Keindahan Pulau Batanta Raja Ampat, Situs Sejarah Bawah Laut hingga Spesies Anggrek Liar Tersedia

Lokasi Pulau Batanta, Raja Ampat, Papua Barat menjadi objek menarik bagi para wisatawan.

(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Wisatawan menikmati keindahan Pulau Piaynemu Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, Senin (16/5/2016). Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 610 pulau dengan empat pulau utama, yaitu Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Dari 610 pulau eksotis tersebut hanya 35 pulau yang memiliki nama. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Lokasi Pulau Batanta, Raja Ampat, Papua Barat menjadi objek menarik bagi para wisatawan.

Di pulau itu, tersedia keindahan alam mulai dari hutan pohon mangrove yang telah berusia ratusan tahun, air terjun Warinka Bom, situs sejarah bawah laut berupa puing pesawat tempur era Perang Dunia Kedua hingga puluhan spesies anggrek liar.

Pulau cantik ini berada di Raja Ampat, sepotong surga memukau di Provinsi Papua Barat. Raja Ampat memiliki empat pulau besar seperti Misool, Waigeo, Salawati dan Batanta.

Setiap pulau memiliki keindahan yang berbeda.

Pulau Batanta sendiri berjarak sekitar 34 kilometer dari Sorong atau sekitar satu jam perjalanan laut menggunakan speedboat.

Baca juga: Tips Lokasi Diving Terbaik di Raja Ampat Papua Barat, 8 Tempat Ini Bisa Jadi Tujuan

Baca juga: 7 Tips Wisata di Telaga Bintang Raja Ampat, Jangan Lupa untuk Gantian saat di Puncak

Dengan luas 60 kilometer persegi, pulau ini memiliki ekosistem alami mulai dari pantai, hutan hujan tropis dengan pohon-pohon besar tumbuh rapat menjulang tinggi.

Pantainya berpasir putih halus dan air lautnya biru jernih. Barisan terumbu karang di perairan dangkal sedalam 40 sentimeter akan langsung menyambut siapa saja yang berkunjung ke tempat ini.

Spot ini ada tempat terbaik untuk mereka yang menggemari olahraga menyelam. Tak hanya terumbu karang serta jutaan ikan hiasa aneka warna.

Wisatawan yang menyelam bisa melihat situs bersejarah peninggalan Perang Dunia II di kawasaan Pasifik yakni bangkai-bangkai pesawat tempur asing yang tenggelam di bawah laut Batanta.

Pada beberapa titik perairan yang menjorok satu kilometer dari bibir, dimanfaatkan warga sekitar untuk budi daya kerang mutiara.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved