Kasus 2 Petani Tewas Ditembak di Aceh, Eksekutor Akui Dijanjikan Upah Rp 10 Juta oleh Pelaku AW

Kasus dua petani yang ditembak hingga tewas di Aceh menemui titik temu. Terbaru, pelaku yang dibekuk polisi mengaku mendapat upah atas aksinya.

Kompas.com
Ilustrasi garis polisi - Penembak dua petani hingga tewas di Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (12/5/2022) lalu, dibekuk. Pelaku mengaku dibayar Rp 10 juta. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Seorang penembak dua petani hingga tewas di Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (12/5/2022) lalu, dibekuk.

Penembak dua petani tersebut ditangkap oleh Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh.

Sebelumnya, insiden dua petani ditembak itu terjadi saat korban pulang dari kebunnya di Kawasan Desa Aneuk Gle, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. 

Baca juga: Bermula Diajak Komandan Kompi Tembak Sapi, Bripda Diego Ditemukan Tewas Dianiaya OTK di Jayawijaya

Terduga pelaku eksekutor tersebut berinisial FR alias MU.

Ia ditangkap pada Kamis (16/06/2022) di tempat persembunyiannya di Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit hp jenis Nokia 105.

“Lokasi penangkapan FR alias MU terduga eksekutor penembak dua petani itu merupakan kampung Ayahnya,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy dalam konferensi pers di Aula Ditreskrimum Polda Aceh, Senin (20/6/2022).

Winardy menyebutkan, senjata api yang digunakan terduga eksekutor saat menembak dua petani yaitu Ridwan dan Maimun warga Aceh Besar masih dalam pencarian tim Ditreskrimum Polda Aceh.

Baca juga: Bocah 10 Tahun Menjerit, Tubuhnya Terbakar saat Naik Bianglala di Pasar Malam di Tuban

Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, senjata api yang digunakan saat melakukan eksekusi disimpan di sekitar lokasi.

“Pengakuan pelaku, senjata disimpan di sekitar lokasi. tapi kita belum mendapatkan. Karena pengakuan eksekutor lokasi penyimpanan senjata juga diberitahu kepada tersangka otak pelaku dan pendamping setelah melakukan penembekan,” sebutnya.

Masih kata Winardy, kepada penyidik, FR mengaku senjata yang digunakan untuk menghabisi kedua petani di Aceh Besar itu merupakan senjata api laras panjang jenis M-16 yang diperoleh dari AW tersangka otak pelaku.

“Pengakuan FR senjata api laras Panjang jenis m 16 itu diberikan oleh AW, tapi kita masih menjalami asal usul senjata tersebut,” jelasnya.

FR mengesekusi korban Ridwan dan Maimun atas perintah AW dengan imbalan upah uang tunai di bawah Rp 10 juta dan juga dijanjikan akan mendapat pekerjaan dari AW.

“Pengakuan FR dia mendapat upah uang di bawah Rp 10 juta, angka pastinya lagi kita dalami karena pengakuan tersangka berubah-ubah, namun uang upah yang dijanjikan belum diterima oleh FR,” sebutnya.

Baca juga: Viral Video Kurir Shopee Dipukuli saat Antar Barang COD, Pelaku Ternyata Bukan Pemesan Barang

Hingga kini terdapat tujuh terduga pelaku, yaitu M, DW, RZ, ZD, MY, AW, dan FR, warga Aceh Besar. 

Mereka berperan sebagai eksekuotor, pendamping eksekutor, otak pelaku, dan pemberi informasi. 

Mereka dijerat pasal 338 dan 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati. 

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Eksekutor Penembak Dua Petani di Aceh Diupah di Bawah Rp 10 Juta"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved