Launching TribunPapuaBaratcom

LIPUTAN EKSKLUSIF Kisah Legendaris Adolf Kabo, Menangkan Perseman Manokwari Walau Sempat Sempoyongan

Cerita legenda Perseman Manokwari, Adolf Kabo yang membawa klub sepak bola asal Manokwari itu bisa masuk final liga Indonesia

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Jefri Susetio
Tribun PapuaBarat.com
KELUARGA: Santi Kabo bersama anak dan cucu cicit almarhum Adolf Kabo di rumah keluarga di Sanggeng, Manokwari, Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – “Bapak tidak pernah meninggalkan keluarga sedikitpun. Sebab bapak sayang sama keluarga,” kata Santi Kabo, putri legenda sepakbola Indonesia, almarhum Adolf Kabo.

Perempuan itu terisak-isak di sofa ruang tamu rumahnya, mengingat masa-masa jaya ayahnya, dan saat masih hidup serta tinggal bersama anak cucunya.

Wartawan Tribunpapuabarat.com mengunjungi kediaman keluarga almarhum Adolof Kabo Auri di kawasan Sanggeng, Kota Manokwari, Papua Barat, Rabu (29/6/2022).

TribunPapuaBarat.com juga mengunjungi makam Adolf kabo di Pasir Putih, dan menemui sahabatnya yang juga legenda Perseman, Willem Mara.

MAKAM: Michael Gesper, satu di antara cucu almarhum Adolf Kabo berdoa di pusara kakeknya di Pemakaman Umum Pasir Putih, Manokwari Timur, Papua Barat.
MAKAM: Michael Gesper, satu di antara cucu almarhum Adolf Kabo berdoa di pusara kakeknya di Pemakaman Umum Pasir Putih, Manokwari Timur, Papua Barat. (Tribun PapuaBarat.com)

Willem Mara tinggal di kawasan Bandara Rendani, sesudah pension dari pekerjaan petugas pemadam kebakaran di bandara.

Laporan ini mengulik kisah hidup Adolf Kabo dan sisi-sisi unik, menarik, dan juga kisah-kisah dramatis di balik sejarah pesepakbola andal kelahiran Manokwari ini.

Adolf Kabo meninggal dunia pada 4 April 2021 di usia 61 tahun akibat sakit. Jasadnya dikebumikan di pemakaman umum Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur.

Kesaksian Santi Kabo membuka sejumlah kisah menarik, termasuk hari-hari menjelang akhir hayatnya. Adolf Kabo dan keluarga besarnya hidup dalam kesederhanaan.

Cucu dan cicitnya ada 15 orang, dari dua anaknya, Santi dan Jefri Kabo. Jefri kini tinggal dan bekerja di Kabupaten Teluk Wondama.

Lebih jauh Santi Kabo menuturkan, kesederhanaan Adolf Kabo terlihat sepanjang hidupnya. Ia tidak banyak meninggalkan harta kekayaan untuk anak-anak dan cucu-cucunya.

Rumah yang ditinggalkan Adolf Kabo di Sanggeng terlihat sederhana. Sebagian berdinding papan, berlantai beton plester, dan tak banyak terlihat aksesori yang menunjukkan kemewahan.

Sejumlah foto-foto dirinya semasa hidup dibingkai pigura terpasang di dinding ruang tamu keluarga itu.

“Sampai saat ini belum ada perhatian. Semasa hidup pun bapak tidak ada perhatian dari daerah maupun pusat,” tutur Santi Kabo menceritakan sisi lain kehidupan Adolf Kabo.

Sebagai bapak, Santi Kabo merasa ayahnya seorang yang sangat penyayang. Apalagi dia semasa ayahnya jaya sangat dimanja.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved