Hidup Dibayangi KKB, Warga Nduga Terima Modal Usaha Rp 50 Juta dari Pemkab: Jangan Ada Konflik Lagi

Warga Kabupaten Nduga, Papua yang hidup dalam bayang-bayang konflik KKB mendapatkan bantuan dari Pemkab Nduga.

(Dok Pendam XVII Cenderawasih)
Drone milik TNI berhasil merekam pergerakan anggota KKB yang melakukan aksi teror di Papua. Warga Kabupaten Nduga, Papua yang hidup dalam bayang-bayang konflik KKB mendapatkan bantuan dari Pemkab Nduga. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Warga Kabupaten Nduga, Papua selama ini hidup dalam kecemasan karena konflik bersenjata antara penegak hukum dan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Tak hanya keselamatan diri, akibat konflik dari KKB itu membuat perekonomian mereka terganggu.

Atas hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga memberikan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp 50 juta kepada 20 warga Distrik Kenyam.

Baca juga: Pertamina Resmi Naikkan Lagi, Cek Harga Baru BBM di Papua Barat dan Wilayah Lainnya

Warag yang menerima, satu di antaranya Pendeta Berta Kogoya merasa sangat terbantu.

"Ekonomi masyarakat kami lemah, perkerjaan susah, puji tuhan bapak bupati ada bantu kami untuk modal usaha dan kami akan gunakan sebaik-baiknya," ujar Berta melalui keterangan tertulis, Jumat (8/7/2022).

Berta berharap, konflik di Nduga bisa segera berakhir. Sehingga, masyarakat bisa membangun kehidupannya masing-masing.

Hal senada juga disampaikan Pereri Ubruangge yang merasa bersyukur bisa menerima bantuan dari Pemkab Nduga.

Ia yang merupakan penderita tuna daksa, menganggap bantuan tersebut bisa membantu sumber mata pencahariannya, yaitu berdagang.

Baca juga: Ratusan Warga Sambut Jenazah Pratu Beryl Korban KKB Papua, Ibu: Tunggu Ya Nak, Kita Bertemu di Surga

"Kalau bisa tidak ada lagi konflik, saya mau beternak, bantuan ini akan saya pakai memperbaiki kios," kata dia.

Sementara itu, Penjabat Bupati Nduga Namia Gwijangge menjelaskan, program tersebut bertujuan membantu perekonomian masyarakat Nduga yang selama ini kekurangan modal.

Namia berharap, bantuan tersebut bisa menjadi fondasi untuk peningkatan ekonomi Kabupaten Nduga.

"Selama ini mereka kasihan, ada yang jualan di depan emperan, seperti ada bapak yang tadi (mengalami cacat) dia terus menjalankan usahanya ada kios tapi kekurangan modal. Sehingga orang-orang seperti ini harus kita bantu," tutur Namia.

Program tersebut dipastikan akan diteruskan dengan data-data yang akan terus dilengkapi oleh instansi terkait.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terima Modal Usaha Rp 50 Juta, Warga Nduga: Kalau Bisa Tidak Ada Lagi Konflik, Saya Mau Beternak..."

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved