Ini Batas Aman Konsumsi Daging untuk Penderita Diabetes
Menjaga pola makan dan mengurangi konsumsi gula berlebihan adalah faktor penting untuk mengelola gejala diabetes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-daging-sapi.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Di momen Hari Raya Idul Adha, penderita diabetes harus mewaspadai mengkonsumsi daging.
Hal ini karena menjaga pola makan dan mengurangi konsumsi gula berlebihan adalah faktor penting untuk mengelola gejala diabetes.
Pasalnya, riset yang diterbitkan di Science Daily mengatakan konsumsi daging yang tinggi bisa meningkatkan risiko diabetes.
Hal ini terjadi karena kandungan zat besi heme yang tinggi di dalam daging tersebut.
Baca juga: Simak Berbagai Cara untuk Cegah Diabetes atau Penyakit Gula Darah, Jangan Lupa Minum Teh Herbal
Kandungan zat besi heme yang berlebihan inilah yang membuat risiko diabetes dan komplikasinya semakin tinggi.
Meski demikian, bukan berarti penderita diabetes atau mereka yang memiliki faktor risiko tak boleh mengonsumsi daging.
Tips memilih daging untuk penderita diabetes
Hal yang perlu dilakukan adalah memilih jenis daging dengan bijak. Beberapa jenis daging ada yang mengandung lemak jenuh, kolestrol, dan kalori yang tinggi.
Jenis daging ini bisa memicu penambahan berat badan, yang juga merupakan salah satu faktor risiko diabetes.
Berikut tips memilih daging bagi penderita diabetes:
- Daging rendah lemah
Pilihlah jenis daging dengan kadar lemak maksimal satu gram dan 35 kalori per porsi.
Daging dengan kriteria tersebut bisa kita dapatkan pada sirloin, tenderloin, chipped beef, dan bagian sancan atau bagian daging sapi yang berasal dari otot perut.
Untuk daging unggas, kita bisa memilih dagung ayam atau kalkun tanpa kulit.
- Daging lemak sedang