Ibu Datang Mengadu seusai Ditembak, Anak di Sumsel Bunuh Ayah Lalu Kubur Jasad Korban

Seorang anak di di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berinisial MK (18) menghabisi nyawa ayahnya karena tak terima ibunya ditembak.

Kompas.com
Ilustrasi garis polisi. Seorang anak di di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berinisial MK (18) menghabisi nyawa ayahnya karena tak terima ibunya ditembak. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Seorang anak di di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, berinisial MK (18) menghabisi nyawa ayahnya karena tak terima ibunya ditembak.

MK (18) membunuh Harianto (40), menggunakan senjata tajam, Minggu (10/7/2022) di pondok kebun karet mereka Desa Bandar Agung, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera selatan.

Dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Empat Lawang AKP Tohirin, peristiwa berawal saat korban menembak istrinya atau ibu pelaku dengan senapan angin.

Baca juga: Polisi Limpahkan Kasus Ayah Cabuli Anak Tiri ke Kejari Manokwari, Kasi Intel: Naikan ke Pengadilan

Peristiwa berawal saat korban meminta istrinya Roani (40) yang sedang di pondok untuk membeli minuman soda dan susu.

Permintaan itu lalu dituruti oleh istrinya.

Namun, setelah membelikan minuman dan soda tersebut. Korban justru marah dan mengancam menembaknya dengan senapan angin.

Tiba-tiba Harianto menembakan senapannya ke arah istrinya hingga mengenai kepala.

"Roani ini lalu kabur dari pondok dan minta perlindungan ke anaknya yakni MK," kata Tohirin, Senin (11/7/2022).

"Sementara Roani dibawa oleh AF (15) sepupu Mulkan ke rumah sakit untuk berobat," lanjutnya.

MK yang mengetahui itu lantas datang ke pondok sambil membawa senjata tajam hingga menghabisi nyawa korban.

Tohirin menyebut, motif pelaku membunuh ayahnya karena kesal ibunya ditembak.

"Motif dari pembunuhan ini, karena korban lebih dulu menembak istrinya menggunakan senapan angin hingga membuat anaknya marah," ungkapnya.

Baca juga: Kronologi Polisi Tembak Polisi di Rumah Kepala Propam Polri, Brigadir Yosua Tewas dengan 7 Tembakan

Jasad korban dikubur pelaku

Setelah menjalani perawatan, Roani pun meminta kepada anaknya dan sepupu MK agar jenazah Harianto yang masih berada di pondok untuk dikuburkan.

Kemudian, oleh MK dan FK, jenazah Harianto pun dikubur sampai akhirnya korban ditemukan oleh warga.

Saat ini, ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman selama lima tahun.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Anak Bunuh Ayah, Berawal Kesal Lihat Ibu Ditembak dengan Senapan Angin"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved