Rabu, 22 April 2026

Cuaca Manokwari Hari Ini Senin (18/7/2022), Prakiraan BMKG Berawan, tak Ada Hujan

Cuaca Manokwari Hari Ini Senin (18/7/2022), Prakiraan BMKG Berawan, tak Ada Hujan

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
zoom-inlihat foto Cuaca Manokwari Hari Ini Senin (18/7/2022), Prakiraan BMKG Berawan, tak Ada Hujan
BMKG
Prakiraan Cuaca 

TRIBUNPAPUABARAT.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Manokwari, Papua Barat,  berawan Senin (18/7/2022).

Artinya, cuaca hari ini cerah/berawan sehingga tidak ada hujan sebagaimana yang terjadi pada Minggu (17/7/2022).

Adapun suhu Manokwari pada pukul 12.00 WIT berkisar 29 derajat celcius dan pukul 15.00 WIT suhu mencapai 31 derajat celcius.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Barat Hari Ini, Senin 18 Juli 2022: Manokwari hingga Sorong Waspada Hujan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Barat Besok, Minggu 17 Juli 2022: Cek Wilayah Manokwari dan Sorong

Kemudian, pada pukul 18.00 WIT suhu udara berkisar 28 derajat celcius dan pukul 21.00 WIT suhu mencapai 26 derajat celcius.

Prakiraan Sebelumnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Forecaster On Duty BMKG Stasiun Bandara Deo Sorong, Ida Iriyanti menyatakan akan terjadi gelombang tingi di perairan selatan Kabupaten Fakfak, Sorong, Misool Raja Ampat dan Kaimana, Papua Barat.

"Untuk perairan Fakfak cenderung gelombangnya lebih tinggi," ujar Ida, kepada TribunPapuaBarat.com, melalui sambungan telepon, Sabtu (16/7/2022).

Diperkirakan, tinggi gelombang di perairan Fakfak maksimal sekira 1.5 hingga dua meter.

"Tinggi gelombang hampir menyeluruh di sebelah selatan Misool, Sorong, Fakfak dan Kaimana," tuturnya.

Ia berujar, dengan adanya tinggi gelombang menjadi faktor pendukung hingga munculnya banjir rob di Kabupaten Fakfak kemarin.

Baca juga: Awas Sorong Waspada Hujan Petir, Ini Ramalan Cuaca Papua Barat Hari Ini, Jumat 15 Juli 2022

Baca juga: Ama Supar, Seorang Ibu 27 Tahun Menunggu Anaknya Pulang Merantau dari Teluk Bintuni

"Kita meminta agar warga yang tinggal disekitar pesisir pantai, untuk bisa mengevakuasi diri ke tempat hingga dua atau tiga hari ke depan," jelasnya.

Pasalnya, walaupun gelombang cenderung rendah namun sewaktu-waktu bisa kembali tinggi.

"Pada Juli ini memang diperairan selatan Papua Barat dia memang cenderung tinggi," kata Ida.

Fenomena Banjir Rob

Selain itu, ia menjelaskan, banjir rob merupakan sebuah gejala alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Ketika ada faktor pendukung seperti gelombang tinggi dan angin kencang, maka bisa saja muncul," ungkapnya.

Lanjutnya, faktor pendukung bisa terjadi mencapai dua meter atau lebih. Sementara, kecepatan angin diperkirakan sekira 20 knot.

Ia berharap, warga disekitar pesisir pantai selatan Fakfak dan wilayah lain agar tetap mewaspadai gejala itu.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved