Bupati Fakfak Untung Tamsil Selalu Sinergi dengan PLN untuk Terangi Kampung Terpencil

Bupati Fakfak Untung Tamsil Selalu Sinergi dengan PLN untuk Terangi Kampung Terpencil

Penulis: Rachmat Julaini | Editor: Jefri Susetio
dok
Bupati Fakfak, Untung Tamsil, menunjuk penggunaan meteran listrik bagi masyarakat setempat. Foto : dokumen PLN 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sebanyak tujuh kampung di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, akhirnya bisa menikmati aliran listrik dari PLN selama 24 jam.

Bupati Fakfak, Untung Tamsil mengatakan, penerangan yang layak untuk masyarakat merupakan hasil sinergi dan koordinasi dari pemerintah daerah dengan PLN.

Apalagi, Pemkab Fakfak sudah mencanangkan program Fakfak Terang.

Oleh sebab itu, lewat program itu sebagai upaya listrik bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Khawatir Keamanan Petugas Sensus, BPS Hentikan Pengambilan Sampel di Kabupaten Maybrat

Baca juga: Terima Audiensi KPU Papua Barat, Wakil Ketua DPR Dukung Anggaran Pemilu: Kita Perjuangkan

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras PLN yang mampu menghadirkan listrik," ucap Tamsil.

Ia melanjutkan, kehadiran listrik 24 jam tentu mendorong peningkatan fasilitas umum lain. Seperti, fasilitas telekomunikasi yang juga memberikan banyak dampak.

Pemerintah daerah berharap ini menjadi langkah awal yang positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Terkoneksi perkampungan dengan infrastruktur listrik mendukung rencana masuknya investasi ke Distrik Kokas melalui PT Pupuk Kaltim.

Kemudian program tol laut pelayanan Teluk Berau, investasi LNG Tangguh untuk pengembangan Tran III Blok Ubadari, dan pembangunan jalan strategis nasional Trans Papua.

Tujuh kampung berada di Distrik Kokas yang sudah terang selama 24 jam di antaranya, Kampung Baru, Masina, Sekar, Sisir, Sosar, Pengwadar dan Batufiafas.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Moch Andy Adchaminoerdin menyampaikan, hadirnya listrik selama 24 jam sangat bermanfaat.

Dan, memudahkan masyarakat melakukan berbagai aktivitas. Apalagi, sebagian masyarakat tujuh itu bekerja sebagai nelayan.

Dia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan listrik dengan membangun cold storage sebagai wadah penyimpanan hasil tangkapan dari laut.

"Seperti ikan, lobster dan kepiting yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Moch Andy.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved