DUA Balita Kakak Beradik di Sorong Gizi Buruk, Tubuhnya Terkulai, Orangtua Berpasrah

DUA Balita Kakak Beradik di Sorong Gizi Buruk, Tubuhnya Terkulai, Orangtua Berpasrah

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TribunPapuaBarat.com
GIZI BURUK: Ibu Najria sedang menggendong anaknya Aisyah yang mengalami gizi buruk. Padahal anaknya sudah berusia dua tahun tapi belum bisa bermain seperti anak-anak lainnya. TRIBUNPAPUABARAT.COM / PETRUS BOLLY LAMAK 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Kondisi tragis dialami dua balita yang mengalami gizi buruk di Kota Sorong. Tubuhnya terkulai tidak selincah anak-anak seusianya.

Orangtua balita itu, Najria menceritakan, sebelumnya ia tidak mengetahui Ken (1) dan Aisyah (2), dua balitanya mengalami gizi buruk.

Ia mengaku belum membawa dua anaknya ke dokter karena terhalang biaya.

"Dari puskesmas hanya datang periksa begitu saja. Paling dikasih susu ultra. Kami mau berobat tapi tidak punya uang yang cukup," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Kanal Victory, Kelurahan Kladufu, Kota Sorong, Papua Barat, Sabtu (23/7/2022).

Baca juga: KISAH Jaksa Wanita Termuda di Kota Sorong, Namanya Kristin, Dulunya Marketing Bank Swasta

Baca juga: BREAKING NEWS - Geger, Temuan Jasad Bayi Perempuan di Tong Sampah Dalam Plastik Merah di Sorong

Meskipun Aisyah sudah berusia 2 tahun namun postur tubuhnya tidak sebesar balita seusianya. Aisyah dan Ken seperti tidak punya semangat. Tidak cekatan bermain.

"Tiap hari kami gendong saja begini. Anak saya (Aisyah) tidak bisa bermain sendiri. Padahal usia sudah dua tahun," katanya.

Sebagai ibu dari dua balita yang alami gizi buruk, Najria hanya bisa pasrah. Ia tidak bisa membawa dua balinya ke dokter karena keterbatasan biaya.

"Kami berharap pemerintah bisa memberikan bantuan biaya pengobatan kepada anak kami," harapnya.

Puskesmas Mulai Jarang Kasih Bantuan.

Ramadan Agiay, Ketua RT di Jalan Kanal Victory, Kelurahan Kladufu, Kota Sorong menyatakan, dua balita itu kekurangan gizi.

Selama ini, pegawai puskesmas kerap mengecek kesehatan serta memberikan susu untuk dua balita itu.

Akan tetapi, akhir-akhir belakangan ini bantuan dari puskesmas semakin jarang.

Baca juga: Kisah Pilu Remaja yang Disiksa Orangtua hingga Kabur Minta Tolong Tetangga, Dirantai dan Kelaparan

Baca juga: 9 Wisata Papua Barat Populer: Ada Raja Ampat, Pulau Kri hingga Pagoda Sapta Ratna di Sorong

"Saya hanya sebagai RT tidak bisa berbuat banyak. Sudah saya laporkan terkait kedua anak ini punya sakit. Tapi selanjutnya saya tidak punya wewenang lebih," katanya.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Sorong tidak pernah memberikan bantuan.

"Jangan tunggu ada maunya dulu baru datang omong kosong dengan kami RT. RT adalah fondasi dari roda pemerintah," ungkapnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved