Kesal Setahun Hasil Audit Kasus Korupsi ATK Sorong Belum Kelar, Kajari: Apa-apaan Ini

Kajari Sorong kesal karena setahun audit kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan barang cetakan tak kunjung kelar.

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Haryanto
TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
BERI KETERANGAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sorong, Erwin Priyadi Hamonang Saragih (kanan) didampingi Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sorong sedang memberikan keterangan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) dan barang cetakan tahun anggaran 2017 senilai Rp 8 Miliar pada BPKAD Kota Sorong. 

"Masyarakat tanda kutip mencurigai kami. Kasus ini tidak boleh ada SP tiga karena kita sudah punya cukup bukti yang sah. Saya tidak mau bekerja konyol,” katanya.

Ia menegaskan, hasil audit dan investigasi sangat penting.

“Kalau tidak, prapradilan kita kalah," tegasnya.

Baca juga: Hasil Survei, 36,2 Persen Menilai Pemberantasan Korupsi di Indonesia Sangat Buruk

Untuk kasus ini, sejumlah pejabat dilingkup Pemerintah Kota Sorong dan DPRD Kota Sorong juga telah dimintai keterangan.

Di antaranya, Wali Kota Sorong Lambertus Jitmau, Ketua DPRD Kota Sorong Petronela Kambuaya, mantan Sekretaris Dewan (Sekwan), mantan Kepala BPKAD Kota Sorong, Sekda Kota Sorong yang juga merangkap sebagai Plt Kepala BPKAD Kota Sorong, mantan Kepala Inspektorat.

Saat ini sudah sebanyak 20 orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik pidana khusus kejaksaan negeri Sorong.

Hingga berita ini diterbitkan, TribunPapuaBarat terus berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak terkait dalam kasus ini. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved