Penjualan Menurun, Pedagang Harap Pembangunan Pasar Wosi Manokwari Cepat Rampung

Sejumlah pedagang di pasar tradisional Wosi, Kabupaten Manokwari berharap pembangunan lapak-lapak pasar yang terbakar bisa cepat selesai

Penulis: Rachmat Julaini | Editor: Haryanto
TRIBUNPAPUABARAT.COM/FRANSISKUS WEKING
BERJUALAN - Leni Mandacan, satu dari ratusan pedagang yang terpaksa berjualan di pinggir pagar Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (23/7/2022) siang. Ia berharap pembangunan lapak pasar segera rampung. 

"Semoga pemerintah bisa cepat selesaikan. Kami lihat, pekerja dorang (mereka) setiap hari kerja," tuturnya.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Tidak Ada Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Wosi Manokwari

Leni adalah perempuan asli Pegunungan Arfak yang memilih menjadi pedagang sejak menikah beberapa tahun lalu.

Komoditas sayuran yang dijual berasal dari Pegunungan Arfak.

"Wortel, kol, dan lain ini tong (kami) ambil dari atas (Pegunungan Arfak)," ucapnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Arfin, pedagang sembako.

Ia berharap pembangunan lapak pasar yang sementara dikerjakan bisa diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan.

Sehingga, ratusan pedagang yang lapaknya terbakar dapat kembali berjualan di lokasi semestinya.

"Itu saja harapan saya," ucap pria asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Update Kebakaran Pasar Wosi Manokwari, Tim Labfor Polda Papua Masih Lakukan Uji Sampel

Sebelumnya, Bupati Manokwari Hermus Indou memastikan bahwa pemerintah menata ulang pembangunan los pasar yang telah terbakar.

Oleh sebabnya, pemerintah meminta pedagang untuk tidak berjualan di luar lokasi yang telah ditentukan.

"Kalau yang liar-liar, pasti kita tertibkan," ucap Hermus.

Dari pantauan awak media, pembangunan pasar di lokasi bekas terbakar terus dilakukan dari Senin sampai Sabtu.

Beberapa alat berat dan pekerja juga terlihat tetap beraktivitas. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved