Cerita Pemilik Kios, 13 Tahun Jadi Penikmat Banjir di Kota Sorong

Cerita Pemilik Kios, 13 Tahun Jadi Penikmat Banjir di Kota Sorong. Meski begitu, mereka tetap bersabar untuk berdagang di situ

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TribunPapuaBarat.com
DAMPAK BANJIR: Hasna, pemilik Kios di kawasan Kilometer sepuluh masuk jl. Sungai Maruni, Kota Sorong, Papua Barat 13 tahun menjadi penikmat banjir. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG -Pedagang di kawasan kilometer-10 masuk Jalan Sungai Maruni, Kota Sorong, Papua Barat sudah 13 tahun jadi langganan banjir. Meski begitu, mereka tetap bersabar untuk berdagang di situ.

Seorang pedagang, Hasna mengatakan, setiap hujan deras guyur Kota Sorong maka tempat jualanya kebanjiran. Sejak 2008 ia sudah menjadi penikmat banjir.

"Dengan usaha yang sederhana kami tetap setia dan sabar menghadapi banjir," ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (26/7/2022).

Baca juga: Kantor Imigrasi Manokwari dan TribunPapuaBarat.com Teken MoU, Beri Manfaat kepada Masyarakat

Baca juga: Banjir Sorong Akibatkan Kendaraan Pengandara Mogok: Sa Terpaksa Dorong Saja

Ia menceritakan merantau ke Sorong dari 2006 untuk mencari nafkah. Mereka dari Kota Makassar.

"Waktu 2006 itu banjir belum seperti sekarang. Tapi sejak adanya perbaikan jalan dan pembuatan drainase mulai terjadi banjir. Mulai tahun 2008-lah," katanya.

Selain itu, kata dia, berulangkali pemerintah melakukan pengerukan drainase tapi bila hujan deras mengguyur kawasan dekat kantor DPRD Kota Sorong terendam.

Baca juga: BANJIR Dekat Gedung DPRD Kota Sorong Berkali kali Terjadi, Warga: Kami Sudah Terbiasa Begini

Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Terjun ke Danau Anggi Pegunungan Arfak, Dua Dilaporkan Tewas

"Got inikan tidak lurus langsung ke kali sana. Tapi sampe di Mall Jupiter itu gotnya belok sehingga kalau curah hujan tinggi berarti tersumbat dan air mulai naik," ujarnya.

Bila usaha mereka digenangi air maka pembeli tidak datang lagi. Sehingga, ia menutup kiosnya.

"Kawasan ini juga posisinya di dataran rendah. Jadi air dari bukit turun dan saluran tersumbat itu otomatis banjir. Ditambah air laut lagi naik juga penyebab banjir," ungkapnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved