Setahun Dibuka, Kursus Bahasa Biak Sanggar Braur Ayena Manokwari Tersendal, Berikut Masalahnya

Setahun Dibuka, Kursus Bahasa Biak Sanggar Braur Ayena Manokwari Tersendal, Berikut Masalahnya

Tribun PapuaBarat.com
BAHASA BIAK - Oridek Suruan, pendiri dan pemilik galeri Braur Ayena Art mengaku telah membuka kursus bahasa Biak, sejak setahun lalu. Namun, belum berjalan hingga sekarang, karena terkendala fasilitas yang kurang memadai. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sanggar Braur Ayena Art telah membuka kursus bahasa Biak di Manokwari sejak Agustus 2021.

Beralamat di Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, kursus tersebut belum berjalan hingga sekarang, karena terkendala fasilitas.

"Sudah ada 20-an orang yang daftar. Termasuk anak-anak dan orang dewasa," ujar Oridek Falen Suruan, pendiri sekaligus ketua sanggar Braur Ayena Art, saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com, Selasa (2/8/2022).

Oridek mengatakan, ruangan sanggar yang merangkap sebagai galeri seni pahatnya, tak memadai untuk proses belajar mengajar.

Baca juga: Keluar Sebagai Juara, Tim Fakfak Mewakili Kodam Kasuari di Grand Final e-Sport Piala Kasad

Baca juga: Berkunjung ke Mapolres Sorong Kota, Kapolda: Saya Harus Lihat Anak Buah di Lapangan

Kendati, dirinya dan Jules Krey, siap mengajari tiap orang yang berniat mempelajari bahasa Biak.

Bahkan, sambung dia, pendaftaran dan kelas kursus tak dipungut biaya sepeser pun.

"Iya, tong (kami/kita) takut kalau tong bilang harus bayar, orang tra (tidak) mau daftar. Tong hanya modal niat mau lestarikan budaya ini," urai Oridek.

Kendati telah dibantu oleh SD YPK 02 Pasir Putih untuk ruangan kelasnya, Oridek mengaku masih kesulitan dana untuk memperbanyak bahan ajar.

Adapun referensi yang digunakan dalam kursus ini adalah kamus dan tata bahasa Biak.

Ditambah buku muatan lokal bahasa Biak untuk sekolah dasar seri satu dan dua.

Semuanya didatangkan langsung dari Kabupaten Biak Numfor.

Setelah semua buku tersebut digandakan, Oridek akan membagikan secara gratis kepada peserta kursus.

Oridek menjelaskan, bahasa Biak adalah bahasa ibu yang digunakan dalam tutur sehari-hari masyarakat di Kabupaten Biak Numfor.

Bahasa Biak juga banyak dipakai di Kabupaten Manokwari dan Raja Ampat.

Oridek menyayangkan warisan leluhur ini mulai tergerus zaman, terutama di kalangan generasi muda.

Pasalnya, anak muda cenderung menggunakan bahasa terapan yang dinilai kekinian.

"Budaya Biak yang harus tong jaga itu ukirannya, tarian Wor, dan bahasa daerah Biak ini," ungkap Oridek.

Selain bahasa Biak, Sanggar Braur Ayena Art juga akan mengajari peserta kursus tarian Wor, dan seni ukir khas Biak.

(*)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved