14 Marga Ancam Palang Perkebunan Sawit di Sorong Papua Barat, Ancam Lapor ke Pj Gubernur

14 Marga Ancam Palang Perkebunan Sawit di Sorong Papua Barat, Ancam Lapor ke Pj Gubernur

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
istimewa/HO
SAWIT - 14 marga di Kampung Gisum Darat, Distrik Kalamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat ancam akan melakukan pemalangan di area perkebunan kelapa sawit yang dikelolah PT D Kapital Grup. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - 14 marga di Kampung Gisum Darat, Distrik Kalamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat ancam akan melakukan pemalangan di area perkebunan kelapa sawit yang dikelolah PT D Kapital Grup.

Ancaman ini dilakukan karena perusahaan menguasai lahan seluas 3.000 hektare. Namun sekitar 600 hektare diperuntukan kebun inti bagi masyarakat untuk mengelolahnya melalui koperasi masyarakat.

"Kenyataannya perusahaan tidak menepati janjinya manis itu," katanya kuasa hukum marga Gisim, Malak dan Klawom Markus Souissa kepada TribunPapuaBarat.com Senin (8/8/2022).

Baca juga: Beri Kado untuk Papua Barat, Film Dokumenter Mulai dari Sini: Syuting Dimulai dari Pulau Mansinam

Baca juga: Babak Baru Kasus Penembakan Brigadir J, Timsus Tangkap Ajudan dan Sopir Istri Irjen Pol Ferdy Sambo

Menurut Markus, kebohongan   yang dilakukan perusahaan ini semakin mencuat ketika masyarakat pemilik hak ulayat hanya diberikan kompensasi Rp 16 juta setiap bulannya.

Seharusnya sesuai perjanjian, kompensasi yang diterima masyarakat adat dari tiga marga ini sekitar Rp 300 juta per bulannya disesuaikan dengan luasan lahan yang diberikan ke perusahaan.

"Hari ini kami juga akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Sorong," jelasnya.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, persoalan ini akan dilaporkan ke Penjabat Gubernur Papua Barat supaya semua hak dari masyarakat dipenuhi.

"Rencana besok 14 marga ini akan palang kelapa sawit yang beroperasi di Klamono itu," pungkasnya.

Sebelumnya, hanya ada tiga marga yakni marga Gisim, Malak dan Klawom telah melakukan pemalangan di perkebunan sawit yang dikelolah PT D Kapital Grup itu.

Buntut pemalangan itu, Kepala Kampung Gisim Darat dan beberapa warga mendapat ancaman dari oknum yang mengaku perwira TNI dari kesatuan elite Kopassus.

Baca juga: Istri Irjen Ferdy Sambo Meneteskan Air Mata: Saya Ikhlas Memaafkan Segala Perbuatan yang Kami Alami

Baca juga: Tangis Putri Candrawathi Pecah saat Datangi Mako Brimob Depok: Tulus Mencintai Suami Saya

Kepala Kampung dan warga bersama kuasa hukum sudah membuat laporan dugaan pengancaman tersebut kepada Denpom/XVIII/I Sorong.

Namun hingga kini, Dandenpom XVIII/I Sorong belum bisa pastikan pria tersebut adalah anggota TNI.

Sementara pihak Korean 181/PVT Sorong sudah memberikan pernyataan bahwa oknum tersebut bukan anggota TNI Angkatan Darat.

DISCLAIMER: Hingga berita ini dimuat, jurnalis TribunPapuaBarat.com sedang melakukan upaya konfirmasi ke perusahaan maupun pejabat terkait.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved