Cerita Pedagang Rujak di Pantai Pasir Putih, Bertahun tahun Jaga Kualitas agar Pelanggan tak Lari

Cerita Pedagang Rujak di Pasir Putih, Bertahun tahun Jaga Kualitas Rasa agar Pelanggan tak Lari

Penulis: Infak Insaswar Mayor | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/ Infak Insaswar Mayor
PENJUAL RUJAK - Lila (32) pedagang rujak yang berjualan di Pantai Pasir Putih, Kelurahan Manokwari Timur, Distrik Manokwari Timur, Manokwari Papua Barat. Kamis, (11/08/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Berkunjung ke Pantai Pasir Putih, Kelurahan Manokwari Timur, Distrik Manokwari Timur, Papua Barat, tidak lengkapnya rasanya kalau tak menikmati rujak.

Rujak merupakan kuliner tradisional yang memadukan buah-buahan dengan bumbu kacang.

Seorang pedagang rujak di Pantai Pasir Putih, Lila mengatakan, sudah lama berjuangan di Pantai Pasir Putih. Selama ini, jaga kualitas cita rasa rujak.

Ia menjelaskan, untuk menjaga kualitas rujak harus memiliki buah yang segar.

Baca juga: HMTS UNIPA Gelar Aksi Kemanusiaan, Bantu Tragedi Krisis Pangan di Kabupaten Lanny Jaya

Baca juga: Tepung Sagu Organik Manokwari Siap Jawab Permintaan Ekspor, Begini Penjelasan Detailnya

Buah yang disajikan, antara lain jambu air, pepaya, bengkoang, nanas, kedondong, mangga dan ketimun.

Dalam dua hari sekali, Lila sudah mengganti stok persediaan buah. Besar biaya yang dikeluarkan untuk belanjakan buah berkisar Rp 200 ribu.

"Biasanya buah beli di pasar, kalau pepaya di antar petani langganan," katanya.

Sedangkan untuk gula merah, tidak dibeli di pasar melainkan di pesan langsung di salah satu tempat produksi seputaran satuan pemukiman (SP), Distrik Prafi, Manokwari.

"Bude pesan khusus gula merah dari sana, tidak beli di pasar," ujarnya.

Menurut Lila, gula merah yang tersebar atau didatangkan dari luar, tidak memiliki kualitas rasa yang pas jika dibandingkan dengan produk lokal.

Lalu,  bahan pendukung lain seperti kacang dan asam jawa sangatlah tidak kalah penting untuk menambah cita rasa dari rujak.

Persediaan kacang, biasanya ia membeli dengan stok ukuran besar yang termuat dalam karung 50 kilo gram.

"Kalau kacang digoreng secukupnya saja, untuk keperluan sehari, jadi tidak banyak," katanya.

Baca juga: Peringati HUT ke - 77 Kemerdekaan Indonesia, IWSS Papua Barat akan Gelar Donor Darah

Baca juga: Dinas Kehutanan Papua Barat Gelar Rakor Perlindungan Hutan, Staf Ahli Gubernur: Polhut Harus Kuat

Satu porsi rujak, akan dipadati buah-buahan, dengan takaran kacang kurang lebih lima sendok makan, serta satu buah gula merah di tambah air asam jawa.

Per box atau porsi, wanita 32 itu menjual rujak dengan harga Rp 15.000 rupiah.

Ia tidak dapat menyebutkan besar keuntungan yang didapat per hari bahkan minggu, karena pengunjung tidak selalu ramai.

"Tergantung cuaca juga, ya kalau hujan sepi," ucap pedagang rujak ini, saat ditemui di pondok jualannya.

Menurutnya, pengunjung akan memadati Pasir Putih jika hari libur atau pun pada akhir pekan.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved