Gedung Sekolah SMP Negeri 7 Raja Ampat Nyaris Roboh: Kami Masih Dijajah

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Raja Ampat, Kampung Deer, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat dalam kondisi prihatin.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Sebuah gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Raja Ampat, Kampung Deer, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, nyaris roboh, Jumat (12/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, RAJA AMPAT - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Raja Ampat, Kampung Deer, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, kini dalam kondisi memperihatinkan.

Sekolah yang berdiri 1996 silam itu, telah melahirkan sejumlah generasi di sektor kesehatan, abdi negara dan bahkan kembali mengabdi menjadi guru disekolah tersebut.

Kendati demikian, wadah tersebut kini termakan usia hingga separuh dari bagian gedung itu nyaris roboh.

Baca juga: BI Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Kampung Deer Raja Ampat, Warga: Kami Bersyukur

Seorang Guru SMP Negeri 7 Raja Ampat, Raefana (45) mengaku, gedung yang nyaris roboh ini dibangun sejak Raja Ampat masih bergabung dengan Kabupaten Sorong.

"Satu gedung terdiri dari tiga ruangan ini awalnya dipakai untuk belajar mengajar," ujar Raefana, kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (12/8/2022).

Selain itu, gedung ini juga digunakan sebagai ruang pertemuan (Aula).

"Mungkin karena sudah termakan usia sehingga sebagian besar ruangan nyaris roboh," tuturnya.

Ia mengaku, selama ini pihaknya telah sering mengajukan agar dilakukan renovasi namun belum ada tanggapan dari pemerintah daerah Raja Ampat.

"Karena tadinya kita pakai tiga gedung, namun karena satu gedung ruangannya nyaris roboh dan tianya sudah keropos sehingga kini kami hanya gunakan dua," ujar Raefana.

"Kita sudah tidak gunakan gedung ini pada 2008 karena resiko jika roboh dan kalau angin pasti kami khawatir."

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved