Berkunjung ke Pulau Terluar, Paulus Waterpauw Beri Bantuan Tangan Kasih dan Sembako untuk Warga

Berkunjung ke Pulau Terluar, Paulus Waterpauw Beri Bantuan Tangan Kasih dan Sembako untuk Warga dan meminta warga pergunakan bantuan dengan baik

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
BANTUAN - Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpau memberikan bantuan secara simbolis kepada warga di Pulau Fani, Kampung Reni, Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, RAJA AMPAT - Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpau melakukan kunjungan kerja ke Pulau Fani, Sabtu (13/8/2022).

Pulau Fani merupakan pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan berbagai negara kepulauan di Samudera Pasifik.

Paulus Waterpauw memberikan bantuan kepada masyarakat Kampung Reni, Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat.

Baca juga: NKRI Harga Mati, Warga Pulau Fani Turut Merayakan Kemerdekaan Indonesia: Kawal Kedaulatan Indonesia

Baca juga: Apa Saja Film Trending Netflix Minggu Ini? Purple Hearts Tergeser oleh Carter dari Puncak

Setiap kepala keluarga menerima uang tunai Rp 3,6 juta yang diserahkan secara simbolis melalui buku tabungan.

"Selain tangan kasih, pemerintah juga memberikan bantuan berupa sembako sebanyak 436 yang disalurkan untuk tiga kampung," katanya kepada Tribunnpapuabarat.com Sabtu (13/8/2022).

Ia bilang, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik. Mantan Kapolda Papua ini mengingatkan uang tunai di buku bank jangan dipakai untuk minum mabuk.

Jadi, uang itu dipergunakan untuk kebutuhan keluarga dan juga pendidikan bagi anak-anak.

"Meski nilai tak seberapa, tapi kami harap dimanfaatkan dengan baiklah. Ini juga bentuk kepedulian pemerintah bagi mereka yang berada di perbatasan negara," ujarnya.

Sedangkan, warga penerima bantuan Silvester menyampaikan, terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat yang berikan bantuan.

Ia menuturkan, seluruh warga yang tinggal di pulau terluar dan berbatasan dengan negara lain sangat butuh sembako.

"Kitong (Kami) ini tinggal jauh, jadi mau turun beli sembako di kota agak susah. Makanya kalau ada bantuan begini tong (kita) bersyukur," katanya.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved