Uang Rupiah Pecahan Logam Tak Berlaku, Warga Samate Raja Ampat: Sejak Tahun 2000 Kita Kumpulkan

Penggunaan uang rupiah pecahan logam dalam setiap transaksi di Kampung Samate, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, nyaris tidak ada.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Warga Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, mengumpulkan uang rupiah pecahan logam, Minggu (14/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, RAJA AMPAT - Penggunaan uang rupiah pecahan logam dalam setiap transaksi di Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, nyaris tidak ada.

Dengan begitu, warga setempat pun mengalami kesulitan saat hendak bertransaksi dengan menggunakan uang logam.

Kesulitan itu juga dirasakan oleh Saifudin Mayalibit (48) seorang warga Kampung Samate, Raja Ampat.

Baca juga: Pelajar SMK dan Warga Samate Raja Ampat Sambut Baik Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022

 

"Kita sudah sejak 2000 hingga 2022 sudah sangat sulit menggunakan uang logam berbelanja," ujar Saifudin, kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (14/8/2022).

Bahkan, uang logam miliknya telah dikumpulkan sejak tahun 2000 hingga 2022 ini.

"Kita kumpul sudah lama karena hampir semua warung atau kios di Samate tidak menggunakan uang logam," tuturnya.

"Kita juga ikut prihatin karena uang yang masih sah menjadi alat tukar justru tidak berlaku di Samate."

Kendati demikian, lewat ekspedisi rupiah berdaulat dari Bank Indonesia pihaknya dan warga lain justru terbantu.

"Kita bersyukur karena lewat kegiatan ini warga terbantu dan bisa menukar uang logamnya," kata Samsudin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved