Bupati Manokwari Hermus Indou Resmi Mundur dari Manajemen Perseman, Berikut Alasannya

Bupati Manokwari Hermus Indou Resmi Mundur dari Manajemen Perseman, Berikut Alasannya

Penulis: Infak Insaswar Mayor | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Infak Insaswar Mayor
UCAPAN - Bupati Manokwari Hermus Indou mengucapkan selamat HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia. Bahkan, ia meminta kaum muda untuk menghormati jasa pahlawan 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bupati Manokwari, Hermus Indou sudah resmi mengundurkan diri sebagai manajer Persatuan Sepak Bola Manokwari (Perseman).

Adapun alasan pengunduran dirinya pengin memberikan kesempatan dari pihak lain yang lebih kompeten.

"Saya hanya ingin berbagi beban, cukup saya jalankan tugas sebagai bupati," ujarnya saaat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Seorang Adik Tega Bacok Abang Kandung hingga Meninggal, Motifnya Hubungan tak Harmonis

Baca juga: PMI Manokwari akan Sosialisasi KSR di Lingkungan Kampus, Masuk di Ekstrakurikuler

Ia menambahkan, pengunduran diri itu karena hendak memberikan kesempatan terhadap orang yang lebih kompeten. Seperti, KONI atau pengurus cabang olahraga lain.

Menurut Hermus, masih banyak orang yang bisa dipercayakan memimpin organisasi bola Perseman, Manokwari.

Maju mundurnya prestasi olahraga, tergantung pada pimpinan organisasi, kerjasama tim dan sumber daya yang dimiliki.

Terkait posisi manajer Perseman atau yang mengantikan, Hermus tidak menyarankan atau pun merekomendasikan siap pun.

"oh, tidak. itu kewenangan manajemen Perseman," katanya.

Baca juga: Pantai Bakaro di Kabupaten Manokwari Miliki Potensi Surfing Skala Internasional

Baca juga: Kabupaten Manokwari Hanya Punya 1 SLB, Guru Beberkan Kendala Izin Operasional SMP dan SMA

Ia menegaskan, tidak ikut serta mengurusi dalam pergantian manajer, kewenangan mutlak hanya di manajemen Perseman.

Hermus berharap, siapapun yang akan memimpin Perseman harus memiliki pengetahuan yang luas terkait sepak bola.

Tidak hanya itu, pengalaman organisasi harus memadai serta memiliki karakter yang baik.

"Membangun sepak bola tidak hanya mengurus bola, tetapi yang paling penting adalah mengurus manusia," ujarnya.

Mengingat segala aspek pembangunan yang dilakukan, semuanya berhubungan dengan manusia.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved