Satnarkoba Polres Sorong Kota Tangkap 5 Pelaku Narkoba, Ganja Disimpan Disaku Celana dan Lemari

Satuan Reserse Narkoba Polres Sorong Kota Tangkap 5 Pelaku Narkoba, Ganja Disimpan Disaku Celana dan Lemari

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
NARKOBA - Satuan Reserse Narkoba Polres Sorong Kota, Papua Barat menangkap lima pelaku pengedar dan pemakai narkoba. Para pelaku ini dihadirkan dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Sorong Kota, Selasa (16/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG -Satuan Reserse Narkoba Polres Sorong Kota, Papua Barat menangkap lima orang pengedar dan pemakai narkoba. Lima orang itu dihadirkan saat gelar paparan di Mapolres Sorong Kota, Selasa (16/8/2022).

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Sorong Kota, Iptu Adul Bayu Ananda menjelaskan, lima pelaku ini ditangkap pada lokasi yang berbeda.

Berdasarkan keterangan mereka bukan rekan sejawat dalam pengedaran maupun pemakaian narkoba.

"Jadi mereka berlima ini tidak punya hubungan secara langsung dalam mengedarkan maupun memakai narkoba. Artinya, mereka masing-masing punya jalur," katanya kepada jurnalis.

Baca juga: Pangdam Kasuari Canangkan TNI Manunggal Air Bersih di Kabupaten Maybrat

Baca juga: Kapendam XVIII/Kasuari : Liga Pelajar Pangdam Kasuari, Wujudkan Semangat Juang

Ia bilang, lima pelaku ini masing-masing mengedar ganja dan juga sabu. Rincian tiga pengedar dan pemakai ganja dan dua sabu-sabu.

Penangkapan pertama dilakukan di puncak Arfak, Kota Sorong pada Sabtu (16/7/2022). Dengan tersangka atas nama Sadam.

"Barang buktinya berupa dua bungkus plastik bening besar berisi ganja dengan total 36,4 gram," ucapnya.

Saat penggeledahan, lanjut dia, polisi menemukan ganja tersebut di dalam lemari pakaian dan saku celana tersangka Sadam.

Berdasarkan pengakuan, ganja tersebut didapat dari seorang (DPO) berinisial (DR) untuk dijual dengan harga Rp 1 juta per satu bungkus plastik besar.

Atas perbuatannya, tersangka Sadam dikenakan pasal 114 ayat satu subsider pasal 111 ayat satu undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancamannya paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling kurang Rp 1 Miliar dan paling banyak 10 Miliar," ungkapnya.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved