Apresiasi Kunjungan Pj Gubernur ke Pulau Fani, BRIDA Papua Barat Dorong Riset di Pulau-Pulau Terluar

Kepala BRIDA Papua Barat, Profesor Charlie D. Heatubun mengapresiasi kunjungan Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol Pur Paulus Waterpauw ke Pulau Fani.

Penulis: redaksi | Editor: Haryanto
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
BENDERA - Paulus Waterpauw bersama pejabat lainnya memasang bendera merah di Pulau Fani, yang merupakan pulau terluar di Indonesia, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, RAJA AMPAT - Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat, Profesor Charlie D. Heatubun mengapresiasi kunjungan Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol Pur Paulus Waterpauw ke Pulau Fani, Kabupaten Raja Ampat, belum lama ini.

Ia menilai, kunjungan bersejarah ini perlu ditindaklanjuti segera dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai potensi pulau-pulau terluar ini untuk rencana pengembangan ke depan.

“Apa yang telah dilakukan oleh Bapak Penjabat Gubernur hari ini harus segera ditindaklanjuti terutama dalam upaya untuk menggali potensi yang masih terpendam sehingga dapat dikembangkan di masa depan untuk kemajuan kawasan pulau-pulau terluar,” katanya, Rabu (17/8/2022).

Baca juga: Paulus Waterpauw Penjabat Gubernur Papua Barat Berkunjung ke Pulau Fani Naik Helikopter

Dari sisi riset dan inovasi, diungkapkan, perlu dilakukan ekspedisi keanekaragaman hayati secara terpadu.

Upaya itu perlu dilakukan baik teresterial maupun aquatik untuk melihat potensi di daratan dan perairan laut sekitar pulau Fani.

“Informasi dan data ilmiah terkait potensi tersebut beserta analisis dan rekomendasinya dapat digunakan untuk sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam rangka pengembangan kawasan pulau terluar ini di masa yang akan sebagai serambi terdepan negara,” ujarnya.

Baca juga: NKRI Harga Mati, Warga Pulau Fani Turut Merayakan Kemerdekaan Indonesia: Kawal Kedaulatan Indonesia

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si (TRIBUNPAPUABARAT.COM/AUSTHEIN YAKARIMILENA)

Dikatakan Profesor Heatubun, potensi keanekaragaman hayati yang ada di Pulau Fani nantinya dapat dikembangkan untuk menunjang pariwisata berkelanjutan.

Karena diungkapkan, Pulau Fani memiliki landscape gugus pulau, keindahan pantai, terumbu karang dan atol yang eksotis.

Ditambah lagi dengan posisi letaknya yang strategis termasuk dalam gugusan segitiga karang atau the coral triangle yang terkenal memiliki 75 persen spesies karang dunia dan lebih dari 2000 spesies ikan karang.

“Termasuk, salah satu spesies ikan endemik Chirrilabrus marinda yang ditemukan dan diberi nama pada tahun 2015 untuk menghargai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Raja Ampat (Markus Wanma dan Inda Arfan) yang dikenal sebagai “Marinda”,” ungkapnya.

Baca juga: Deputi BNPP Paulus Waterpauw Kunjungi Pulau Fani Raja Ampat: Ini Daerah Perbatasan NKRI

IKAN MIRANDA - Spesies ikan baru ditemukan di KKP Kepulauan Asia dan Ayau pada tahun 2015, dan diberi nama Cirrhilabrus marinda sebagai apresiasi terhadap Bupati Markus Wanma dan Wakil Bupati Inda Arfan yang bersama-sama dikenal sebagai
IKAN MIRANDA - Spesies ikan baru ditemukan di KKP Kepulauan Asia dan Ayau pada tahun 2015, dan diberi nama Cirrhilabrus marinda sebagai apresiasi terhadap Bupati Markus Wanma dan Wakil Bupati Inda Arfan yang bersama-sama dikenal sebagai "Marinda". (IST/BRIDA PAPUA BARAT)
Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved