Banjir Sorong

Warga Kecewa Banjir Melanda Sorong 18 Jam: Pemerintah Tidak Serius

Sejumlah warga di Kota Sorong, Papua Barat, kecewa terhadap kinerja pemerintah daerah yang tak kunjung menyelesaikan persoalan banjir.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Banjir masih menggenangi ruas Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Sembilan, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (23/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Sejumlah warga di Kota Sorong, Papua Barat, kecewa terhadap kinerja pemerintah daerah yang tak kunjung menyelesaikan persoalan banjir.

Kekecewaan itu diutarakan seorang warga Sorong Buce Rumayaur (42) di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer 9.

"Banjir ini sebenarnya sudah dari pagi sempat surut tapi baru saja hujan sehingga banjir kembali tinggi," ujar Buce, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: BPBD Lapor Ada 6 Titik Rawan Banjir di Kota Sorong Papua Barat

 

Ia menilai, banjir yang bertahan selama 18 jam di sejumlah titik di Kota Sorong, menjadi presiden buruk bagi pemerintah daerah.

"Kita sejak subuh hingga saat ini masih dalam posisi siaga saja," tuturnya.

Buce mengaku kecewa dengan kondisi yang tidak ditanggapi secara serius oleh pemerintah kota.

"Kalau memang mereka (pemda) mau menyelesaikan persoalan banjir, kami yakin pasti bisa," ucap Buce.

"Masa banjir yang sudah terjadi berulang-ulang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah?"

Baca juga: Banjir dan Longsor di Kota Sorong, BPBD: 4 Korban, 10 Kawasan Terendam, 9.000 Warga Terdampak

Finola Pesireron serta suami dan anak-anak nekat menerobos banjir di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Sembilan, Kota Sorong, Papua Barat, untuk mengungsi, Selasa (23/8/2022).
Finola Pesireron serta suami dan anak-anak nekat menerobos banjir di Jalan Basuki Rahmat, Kilometer Sembilan, Kota Sorong, Papua Barat, untuk mengungsi, Selasa (23/8/2022). (TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)

 

Hal senada dirasakan warga Kilometer 9 Marten, ia mengaku kecewa terhadap sikap pemerintah yang lambat.

"Di beberapa tempat banjir sampai malam ini masih setinggi pinggang orang dewasa," ungkapnya.

Ia berharap, persoalan yang dihadapi oleh warga Sorong, tidak dibiarkan berlarut-larut.

"Kalau serius pemerintah harus bisa buka tempat untuk warga korban banjir dievakuasi, karena hujan sampai saat ini masih ada," pungkasnya.(*)

Berita terkait lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved