Minggu, 3 Mei 2026

Harga Sembako

Harga Telur Ayam di Pasar Wosi Manokwari Mulai Naik, Begini Harga Terkininya

Harga Telur Ayam di Pasar Wosi Manokwari Mulai Naik, Begini Harga Terkininya dan harga minyak goreng sudah mulai stabil

Tayang:
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
zoom-inlihat foto Harga Telur Ayam di Pasar Wosi Manokwari Mulai Naik, Begini Harga Terkininya
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Kresensia Kurniawati Mala Pasa
HARGA - Linda (48), pedagang sembako di Pasar Wosi, Manokwari, Papua Barat, pada Selasa (23/8/2022), mengatakan beberapa hari terakhir, harga telur ayam ras naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 65 ribu/rak 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Harga telur ayam ras di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat mulai mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir.

Seorang pedagang telur di Pasar Wosi, Linda (48) mengatakan, satu rak telur ayam berisi 30 butir kini dijual dengan harga Rp 65 ribu/raknya.

Dia menyebutkan, harga telur ayam itu mengalami kenaikan setelah sebelumnya dijual dengan Rp 60 ribu/rak.

Baca juga: Wakil Ketua KNPI Sebut Harus Ada Alokasi Khusus untuk Peningkatan Prestasi Olahraga

Baca juga: Menilik Keseharian Pekerja Muatan Pasir Amban Pantai, Penghasilan Capai Rp 2 Juta

"Ini baru naik beberapa hari lalu, karena telur ayamnya juga baru datang dari Surabaya," ujarnya.

Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com, Selasa (23/8/2022), harga telur ayam di Pasar Wosi berkisar Rp 60 ribu dan Rp 65 ribu/rak.

Menurut Linda, pedagang yang masih menjual dengan harga Rp 60 ribu/rak lantaran memasarkan telur ayam ras dari stok sebelumnya.

Sedangkan, pedagang eceran seperti dirinya, yang tidak mempunyai gudang stok, rutin memasok dari Pulau Jawa, tiap kali persediaan telur ayamnya telah habis.

"Kalau harga sembako lainnya seperti minyak goreng sih, sudah stabil. Minyak satu liter Rp 20 ribu. Cuma ini telur yang sekarang naik," katanya

Sedangkan, seorang pembeli, Ros (31) mengaku tetap membeli telur ayam per rak, walaupun terjadi kenaikan harga.

"Yah mau bagaimana, ini tong (kami/kita) punya kebutuhan pokok. Lebih baik beli per rak daripada per butir, lebih hemat kalo menurut sa (saya)," ungkapnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved