Kodam XVIII/Kasuari Gelar Aksi Tanam Pohon Bakau, Cegah Abrasi di Pulau Raimuti

Kodam XVIII/Kasuari Gelar Aksi Tanam Pohon Bakau, Cegah Abrasi di Pulau Raimuti yang kini luas pulau itu sudah semakin berkurang

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Jefri Susetio
istimewa
TANAM - Pengdam Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema bersama jajarannya melakukan penanaman pohon bakau di Pulau Raimuti, Selasa (23/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon bakau di Pulau Raimuti.

Penanaman pohon bakau di Pulau Raimuti ini dilakukan karena abrasi yang terjadi di pulua tersebut.

"kalau tidak dilakukan dari sekarang boleh jadi pulau ini hanya akan tinggal nama. Untuk itulah harus ada aksi nyata yang kita lakukan untuk menyelamatkan Pulau Raimuti,” ujar Pangdam melalui siaran pers yang diterima TribunPapuaBarat.com, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Pangdam Gabriel Lema Menjamu Tim New, Berikan Pesan Jaga Kekompakan

Baca juga: Satnarkoba Polres Sorong Kota Tangkap 5 Pelaku Narkoba, Ganja Disimpan Disaku Celana dan Lemari

Adapun tema kegiatan Gerakan Ayo Menanam Bakau di Raimuti. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat utama di Kodam Kasuari.

Ia menambahkan, kegiatan menanam bakau ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam melestarikan alam dari kepunahan.

Posisi Pulau Raimuti berjarak sekitar 750 Meter dari Kodam XVIII/Kasuari. Dan merupakan aset daerah Kabupaten Manokwari yang perlu dilindungi dari kepunahan.

Baca juga: Saksikan Kondisi Posramil Kisor Maybrat, Air Mata Pangdam XVIII/Kasuari Berjatuhan

Baca juga: Soal Ancaman dari Kelompok Separatis, Pangdam XVIII/Kasuari: Itu Biasa, Sudah dari Dulu Begitu

Jadi harus ada langkah nyata dari seluruh pihak termasuk Kodam XVIII/Kasuari untuk melakukan penanaman mangrove.

"Saling bergandengan tangan bersama sama bangkitkan semangat dalam upaya menyelamatkan dan melestarikan Pulau Raimuti dari kepunahan," ungkapnya.

Sebagai informasi, dulunya Pulau Raimuti adalah pulau besar yang dihuni penduduk. Namun karena ada gempa bumi dan tsunami di Biak 17 Februari 1996 menyebabkan setengah luas pulau tersebut tengelam.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved