Banjir Sorong

Orang Sakit Diungsikan di Truk saat Banjir Melanda Sorong: Belum Ada Bantuan Pemerintah

Tuni (65) seorang warga Kelurahan Malaingkedi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat, terpaksa dievakuasi ke atas truk saat banjir melanda.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Tuni (65) seorang warga Kelurahan Malaingkedi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat, yang dalam kondisi sakit bertahan di tengah banjir dan sempat diungsikan sementara di truk, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Tuni (65) seorang warga Kelurahan Malaingkedi, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat, terpaksa dievakuasi ke atas truk saat banjir melanda Sorong, Selasa (23/8/2022).

Ia diungsikan ke atas truk lantaran sejak beberapa tahun belakangan ini tengah mengidap penyakit (sakit) komplikasi sehingga tak bisa berjalan.

Melihat hal itu, Rini (40) warga tetangga Tuni mengaku prihatin atas respon pemerintah yang terkesan lambat merespon persoalan banjir.

Baca juga: Pakai Uang Jajan, Pelajar SMAIT Kota Sorong Buka Dapur Umum, Sajikan Makanan untuk Korban Banjir

 

"Setiap banjir besar di wilayah PLTD Distrik Sorong Utara, mereka (pemerintah) tidak pernah turun," ujar Rini, kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (24/8/2022).

Harusnya, saat terjadi bencana banjir Basarnas atau BPBD sudah bisa langsung turun untuk mengevakuasi warga di sebelah PLTD.

"Kita di sini air kencang dan cukup tinggi sekali tapi tidak ada yang datang untuk melihat warga," tuturnya.

Ia berujar, untuk wilayah PLTD kemarin saat pertama banjir pun ada orang sakit yang dievakuasi ke mobil truk.

"Ada orang sakit di sini karena banjir cukup deras sehingga ibu itu diungsikan ke atas truk sementara," ucap Rini.

Hanya saja, setelah air mulai surut Tuni pun dikembalikan ke dalam rumahnya.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Sorong Tewaskan 3 Jiwa, 500 Warga Terdampak

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved