Banjir Sorong

Pakai Uang Jajan, Pelajar SMAIT Kota Sorong Buka Dapur Umum, Sajikan Makanan untuk Korban Banjir

Pakai Uang Jajan, Pelajar SMAIT Kota Sorong Buka Dapur Umum, Sajikan Makanan untuk Korban Banjir

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG -Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Peradaban Al Izzah Kota Sorong membuka dapur umum bagi korban bencana alam banjir dan tanah longsor.

Dapur umum ini berlokasi di SMAIT, Jl. Sungai Remu, Kelurahan Klabulu, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat.

Guru SMAIT Kota Sorong, Syamsudin mengatakan, dapur umum ini dibuka sejak Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Penampakan Sekolah yang Terendam Banjir di Kota Sorong, Semua Buku Pelajaran Rusak

Baca juga: Penjabat Bupati Sorong Janji Optimalkan Kawasan Ekonomi Khusus, Target Dongkrak PDRB

Dan makanan yang dimasak oleh para pelajar ini diperuntukkan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sorong.

"Ini siswa sendiri yang masak kemudian dipaketkan dan mereka juga yang antar ke korban-korban bencana banjir dan longsor," katanya kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (24/8/2022).

Guru bahasa Indonesia itu menyampaikan, satu paket makanan itu berisi telur, tahu dan tempe, ikan, ayam dan sayur-sayuran.

Pembelian bahan makanan di dapur umum ini hasil sumbangan sukarela dari para siswa di sekolah tersebut.

"Jadi dana untuk membeli bahan makanan ini dari hasil sumbangan siswa. Mereka menyisikan uang jajahan mereka untuk dikumpulkan dan membeli bahan makanan lalu dimasak di sekolah. Ada juga yang langsung sembako," ungkapnya.

Untuk lokasi pengantaran, kata dia, sudah diidentifikasi terlebih dahulu sebelum paket makanan didistribusikan.

Baca juga: Paulus Waterpauw Instruksikan Penjabat Bupati Sorong Tuntaskan Masalah Tapal Batas

Baca juga: Paulus Waterpauw Instruksikan Penjabat Bupati Sorong Tuntaskan Masalah Tapal Batas

Pengantaran makanan hari pertama sebanyak 100 paket menyasar ke korban di Viktori, Kilometer 12 bahkan sampai di Tanjung Batu Rufei Kota Sorong.

"Untuk hari kedua, ada sekitar 250 paket yang disalurkan. Mulai dari sarapan pagi sampai makan siang dan malam nanti," ucap dia.

Paket makanan masih akan disediakan sampai Kamis (25/8/2022) jika masih ada permintaan dari para korban banjir.

Ia berharap, paket makanan ini sedikit membantu kesulitan para korban bencana banjir di Kota Sorong.

"Semua siswa kami gerakan termasuk organisasi internal sekolah. Mereka mendata dan turun langsung menyalurkan makanan bagi korban banjir dan tanah longsor," ungkapnya.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved