Breaking News:

Banjir Sorong

Penampakan Sekolah yang Terendam Banjir di Kota Sorong, Semua Buku Pelajaran Rusak

INILAH Penampakan Sekolah yang Terendam Banjir di Kota Sorong, Semua Buku Pelajaran Rusak, guru dan orangtua siswa membersihkan sekolah

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
LUMPUR SEKOLAH - Kondisi Sekolah Dasar (SD) Inpres Matalamagi, Kelurahan Malasilen, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong terendam banjir dan lumpur, Rabu (24/8/2022). Ratusan buku mata pelajaran rusak. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Sejumlah sekolah di Kota Sorong, Papua Barat masih kebanjiran, Rabu (24/8/2022).

Hujan deras yang mengguyur Kota Sorong selama dua hari, Senin (22/8/2022) hingga Selasa (23/8/2022) mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah daerah.

Satu di antara sekolah yang terendam banjir adalah Sekolah Dasar (SD) 141 Matalamagi, Kelurahan Malasilen, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Papua Barat.

Baca juga: 3 Warga Tertimbun Longsor, Kini Dirawat di Rumah Sakit, Korban: Saya Bersyukur Selamat

Baca juga: Banjir dan Longsor di Kota Sorong, BPBD: 4 Korban, 10 Kawasan Terendam, 9.000 Warga Terdampak

Guru (SD) Inpres 141 Matalamagi, Kanisius Ede, mengatakan banjir dan lumpur masuk ke halaman sekolah mengakibatkan belasan ruangan terendam dan ratusan buku rusak total.

"Kemarin kami sudah bersihkan ruang kelas satu hari. Tapi hujan semalam air dan lumpur masuk lagi," katanya kepada Tribunpapuabarat.com.

Ia bilang, air dan lumpur yang masuk ke ruangan perpustakaan sekolah mengakibatkan ratusan buku mata pelajaran rusak.

Pihaknya bersama guru dibantu orangtua siswa sedang membersihkan air dan lumpur.

Buku-buku yang terkena air dan lumpur terpaksa tidak bisa difungsikan.

"Kalau ruangan kelas cuman ada meja sama bangku siswa jadi masih aman. Tapi perpustakaan ini, buku-buku kena air dan lumpur," ungkanya.

Saat berada di sekolah, pria asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengenakan celana pendek dan baju kaos berkera itu membersihkan air banjir dan lumpur.

Lantai keramik berwarna putih di sekolah itu sudah berubah jadi coklat karena lumpur. Pembersihan sekolah dilakukan sejak pukul 09.00 WIT.

Dengan menggunakan peralatan seadanya, belasan guru dan Orangtua siswa itu bergotong royong membersihkan ruangan sekolah secara bergantian.

Sudah dua hari, siswa-siswi di sekolah itu terpaksa diliburkan. Belum diketahui informasi pasti kapan masuk sekolah.

BMKG memprediksi, cuaca ekstrem di Kota Sorong dan sekitarnya masih akan terjadi. Warga diimbau untuk selalu waspada.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved