Banjir Sorong

Warga Sorong Bertahan di Tengah Banjir: Bantuan Nasibku dari Masjid, Pemerintah Belum

Pemukiman penduduk di Komplek Melati Raya, Kilometer Sembilan, Kota Sorong, Papua Barat hingga Rabu (24/8/2022), masih tergenang banjir.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari)
Lasko (60) seorang warga Komplek Melati Raya Kota Sorong, yang menjadi korban banjir masih bertahan di rumahnya, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Pemukiman penduduk di Komplek Melati Raya, Kilometer Sembilan, Kota Sorong, Papua Barat hingga Rabu (24/8/2022), masih tergenang banjir.

Ketinggian banjir yang merendam pemukiman penduduk, diperkirakan mencapai 60 hingga 70 centimeter.

Seorang warga Komplek Melati Raya, Lasko (60) mengatakan, kondisi banjir yang tak surut hingga dua hari ini membuatnya susah beraktivitas.

"Kita mau kerja juga tidak bisa, barang-barang seperti kas hingga kompor pun hanyut," ujar Lasko, kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (24/8/2022).

Baca juga: Update Banjir Sorong, 2 Kawasan Ini Masih Terendam, Kemacetan Masih Mengular di Sejumlah Lokasi

Ketinggian air yang tak kunjung surut, membuatnya pun harus terpaksa tidur di atas meja didepan rumah.

"Kita mau masak tidak bisa, tidur pun tidak bisa karena kasur dan barang-barang semuanya terendam air banjir," tuturnya.

Nahasnya, pria 60 tahun ini mengaku, selama ini pihaknya belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

"Dari kemarin sampai sekarang kami baru dapat bantuan nasi bungkus dari Masjid Al Fattah Melati Raya," ucap Lasko.

Ia berharap, pemerintah harus bisa merespon persoalan yang dialami warga Sorong, Papua Barat.

Pasalnya, hingga dua hari ini para korban masih bertahan dengan kondisi seadanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved