Peter Youngren Gelar Makan Malam Persahabatan di Manokwari, Dihadiri Lintas Agama dan Pejabat
Dr. Peter Youngren Gelar Makan Malam Persahabatan di Manokwari, Dihadiri Lintas Agama dan Pejabat
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemimpin World Impact Ministries, Dr. Peter Youngren menggelar makan malam persahabatan di sebuah hotel di Manokwari, Papua Barat pada Rabu (24/8/2022) malam.
Hadir dalam jamuan makan malam tersebut, sejumlah tokoh lintas agama, adat, pemerintah, masyarakat, perempuan. Dan tokoh pemuda tingkat Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat.
Dr Peter menjelaskan, makan malam yang dibalut rasa kekeluargaan itu, sebagai pembuka rangkaian festival persahabatan.
Baca juga: Sambut Peter Youngren, Bupati Hermus Indou Sebut Tuhan Sedang Peduli dengan Manokwari
Baca juga: Tiba di Manokwari, Dr Peter Youngren Disambut Meriah dan Diarak Keliling Kota
Digelar mulai 25 hingga 28 Agustus 2022, setiap pukul 17.00 WIT, bertempat di Lapangan Borasi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
"Semua yang hadir di sini diundang hadir dalam festival persahabatan. Karena saya hanya sedang membangun jembatan toleransi, bukan meninggikan agama tertentu," ujar pendeta asal Kanada itu.
Menurut dia, dengan menghidupi semangat toleransi, maka terwujud persahabatan.
Hadir pula dalam acara tersebut, Penjabat Gubernur Papua Barat yang diwakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat, Eduard Nunaki.
Didampingi pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tingkat Provinsi Papua Barat lainnya, seperti Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema, Kapolda Papua Barat, Irjen Daniel Tahi Silitonga.
Forkopimda tingkat Kabupaten Manokwari pun turut hadir, termasuk Bupati Manokwari, Hermus Indou.
Penjabat Wali Kota Sorong, George Yarangga, dan Kepala Suku Besar Arfak Dominggus Mandacan, juga tampak di antara tamu undangan.
Sambutan hangat bagi Dr Peter Youngren diutarakan masing-masing tokoh agama, dari Islam, Hindu, Budha, dan Katolik.
"Toleransi dan kerukunan itu tidak hanya saya gaungkan, tetapi sudah saya hidupi selama ini, dan malam ini menjadi salah satu saksinya," tutur Dr Peter.
(*)