Breaking News:

Theresia Binen Jawan Perantau Asal NTT 29 Tahun Jadi Guru, Pernah Ngajar di Daerah Terpencil Papua

Theresia Binen Jawan Perantau Asal NTT 29 Tahun Jadi Guru, Pernah Ngajar di Daerah Terpencil Papua, Berikut Kisahnya

Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
PERANTAU NTT - Theresia Binen Jawan, perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menceritakan pengalamannya selama 29 tahun menjadi guru di tanah Papua. Wanita asal Pulau Solor ini pernah mengabdikan diri sebagai guru di daerah Kepulauan Ayau selama tiga tahun. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Theresia Binen Jawan, perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menceritakan pengalamannya selama 29 tahun menjadi guru di tanah Papua.

Wanita asal Pulau Solor ini pernah mengabdikan diri sebagai guru di daerah Kepulauan Ayau selama tiga tahun.

Kepulauan Ayau dahulu merupakan wilayah Kabupaten Sorong. Kini, sudah menjadi bagian Kabupaten Raja Ampat.

Baca juga: SOSOK Ariel Tatum, Pemeran Film Sayap-sayap Patah sebagai Ibu Hamil Lawan Main Nicholas Saputra

Baca juga: Sosok IPDA Jhon Haulussy, Kasat Narkoba Polres Manokwari, Anak Petani yang Pantang Menyerah

"Wadu itu menjadi kisah saya yang sangat pilu. Bayangkan saja sebagai perempuan perantau saya memberanikan diri untuk ngajar di daerah terpencil. Waktu itu transportasi tidak selancar sekarang. Baru jauh dari keluarga," katanya kepada TribunnPapuaBarat.com Senin (15/8/2022).

Selama mengajar di Kepulauan Ayau ia membaur dengan masyarakat. Bersosialisasi dengan warga setempat bisa menjadi akrab dan dekat.

"Solusinya saya harus bersosialisasi dengan warga. Dan, mereka sangat baik menerima waktu itu. Anak murid saya ada yang sudah menjadi anggota DPR. Saya ikut bangga," ujarnya.

Ia mengikuti seleksi menjadi tenaga pendidik pada 1993 dan penempatan di daerah terpencil.

Selama tiga tahun bertugas di Kepulauan Ayau ia kemudian dipindahkan ke Kota Sorong tepatya di SD YPK Elim Malanu selama 15 tahun.

"Sebelum ke Sorong, saya juga sudah ngajar di salah satu TK di Kota Ruteng Manggarai selama dua tahun. Dan pada 1992 saya memutuskan merantau ke Sorong dan beranikan diri ikut tes satuan bahti guru dan puji Tuhan lulus," katanya.

Kini ia menjadi Kepala Sekolah SD Inpres 46 Kota Sorong.

"Sebenarnya menjadi guru ini bukan cita-cita saya. Dulu saya pengin jadi perawat, tapi kemauan orangtua akhirnya saya mencoba sehingga sekarang mengabdi jadi guru," ujarnya.

Baca juga: Cegah Krisis Pangan di Manokwari, Pemerintah Otimalkan Pengembangan Pangan Lokal

Baca juga: SOSOK Jenderal Bintang Tiga yang Buat Bharada E Buka Suara dan Temukan CCTV di Lokasi Kejadian

Anaknya Kini Sudah Berhasil

Theresia Binen Jawan menceritakan empat orang anaknya sudah beranjak dewasa dan mengenyam pendidikan tinggi.

Anak pertamanya menjadi polisi bertugas di Mapolda Papua Barat. Kemudian, anak keduanya kuliah di Kupang.

Selanjutnya, anak ketiganya sedang mempersiapkan wisuda Akper dan anak bungsunya masih SMA.

Sebagai perantau, ia juga berpesan kepada anak muda NTT yang mengadu nasib di Kota Sorong untuk bekerja keras.

Memiliki motivasi untuk mengubah nasib menjadi lebih baik sehingga apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

"Untuk adik-adik pemuda NTT yang merantau di tanah Papua agar bekerja keras dan memiliki motivasi tinggi agar mengubah nasib," ungkapnya.

(*)

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved