BPTP Papua Barat Beri 5000 Benih Kopi Bagi Petani Milenial Pegunungan Arfak

BPTP Papua Barat Beri 5000 Benih Kopi Bagi Petani Milenial Pegunungan Arfak, petani mampu swasembada kopi di daerahnya.

istimewa
PETANI MUDA - Petani milenial di Distrik Sururei dan Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, tersenyum saat BPTP Papua Barat menyerahkan secara simbolis 5000 benih kopi Arabika S795 bersertifikat, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, PEGUNUNGAN ARFAK - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Papua Barat menyerahkan 5000 benih kopi Arabika S795 bersertifikat kepada petani milenial di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Selasa (30/8/2022).

Kepala BPTP Papua Barat, Aser Rouw, didampingi Sub Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) BPTP Papua Barat, Herman R. Tata, berharap melalui pemberian benih kopi unggulan itu, petani mampu swasembada kopi di daerahnya.

"Petani milenial yang kita bantu hari ini berasal dari Papua Muda Inspiratif (PMI) di Pegunungan Arfak, dan benih kopi bersertifikat yang kita beri ini sudah siap tanam," kata Aser dalam keterangan resmi yang diterima TribunPapuaBarat.com, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: Berikut 2 Cara Melaporkan Tindakan Pelanggaran Tahapan Pemilu di Bawaslu

Baca juga: KPU Papua Barat Konsen Bersihkan Data Ganda dan Anomali, Targetnya Dapat Data Valid Potensi Pemilih

Dia menyebut, ada dua kelompok tani yang mendapat jatah 2500 benih kopi arabika S 795 bersertifikat tiap kelompoknya.

Di antaranya, Kelompok Tani Tunas Muda Harapan di Kampung Udohotma, Distrik Sururei, dan Kelompok Fajar Tani Mauro di Kampung Mauro, Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak.

Kepala BPTP Papua Barat, menjelaskan total alokasi benih kopi untuk kedua kelompok tani tersebut berjumlah 20 ribu.

Namun, penyerahannya akan dilakukan secara bertahap sejalan dengaan proses penyediaan benih yang dilakukan BPTP Papua Barat.

Selain BPTP Papua Barat, sambung dia, dalam penyediaan benih kopi Arabika itu, BPTP Papua Barat bekerja sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan perkebunan (TPHBUN) Provinsi Papua Barat dan PMI.

Dia menjelaskan, BPTP Papua Barat bertugas memproduksi benih kopi bersertifikat, dan Dinas Pertanian menyediakan dana pengembangan.

Sedangkan, petani milenial dari PMI mempersiapkan kelompok tani untuk penyiapan lahan dan penanaman benih kopi, berdasarkan petunjuk teknis dari BPTP Papua Barat.

Baca juga: 4 Personel Polda Papua Barat Ikut Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

Baca juga: Kapolres Manokwari Warning Aksi Blokade Jalan, Polisi akan Tindak Tegas Warga yang Tutup Jalan

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved